Mengapa Rasulullah Menunjuk Bilal Sebagai Muadzin?

Bilal bin Rabah merupakan seseorang budak berkulit hitam yg dari berdasarkan Habasyah (Ethiopia). Majikannya, Umayyah bin Khalaf, merupakan galat satu orang elit musyrik Makkah yg sangat menentang Rasulullah & dakwah Islam. Bilal mulai tertarik menggunakan Islam waktu sering mendengar Umayyah bin Khalaf dan teman-temannya ?Menyampaikan? Rasulullah & Islam.

Singkat cerita, akhirnya Bilal menemui Rasulullah dan menyatakan diri masuk Islam. Ummayah bin Khalaf yang mengetahui budaknya masuk Islam marah besar . Berbagai macam tindakan kasar dan sadis dilakukan buat memurtadkan Bilal. Mulai menjemur Bilal pada padang pasir tanpa pakaian hingga menjatuhinya batu besar . Tapi bilal permanen keukeuh dengan keyakinan barunya, Islam.

Abu Bakar As-Shiddiq memerdekakan Bilal bin Rabah sehabis mengetahui keadaannya yang begitu malang. Semenjak itu, Bilal selalu berada di dekat Rasulullah. Ia ikut berhijrah bersama Rasulullah & para teman lainnya. Tempat tinggal Bilal pun nir jauh menggunakan tempat tinggal Rasulullah saat di Madinah. Bilal menjadi ahlu shuffah dan tinggal di emperan Masjid Nabawi bersama para sahabat lainnya, sementara Rasulullah tinggal pada sebuah bilik yang masih menyambung menggunakan Masjid Nabawi.

Di dalam Islam, seluruh manusia itu memiliki derajat yg sama. Hanya ketakwaannya yang membuat mereka mulia di sisi Allah, bukan warna kulit, suku, atau rasnya. Hal itulah yg dialami Bilal. Meskipun dia berkulit hitam, berambut keriting, & berlatar belakang budak, tetapi Bilal-lah yg dipilih Rasulullah buat mengemban tugas yang mulia, yaitu menjadi muadzin pertama.

Tentu saja ada omongan miring terkait hal ini. Terutama saat Bilal mengumandangkan adzan pada atas Ka?Bah ketika insiden Fathu Makkah. Kata mereka, apakah pantas budak hitam adzan di atas Ka?Bah.

Makam Bilal bin Rabah

Lantas apa yang mengakibatkan Bilal dipilih buat sebagai muadzin pertama? Merujuk buku Ash-Shuffah, setidaknya ada empat alasan mengapa Bilal diangkat menjadi penyeru umat Islam buat shalat buat yg pertama kalinya.

Pertama, Bilal mempunyai suara yang lantang & merdu. Mungkin ini menjadi faktor pertama mengapa Rasulullah menaruh tugas pada Bilal buat menjadi muadzin pertama dalam Islam. Dikisahkan bahwa siapapun akan bergetar hatinya manakala mendengar Bilal bin Rabah mengumandangkan adzan atau membaca Al-Qur?An.

Kedua, Bilal sangat menghayati kalimat-kalimat adzan. Ketika Bilal masih menjadi budak Ummayah bin Khalaf, beliau disika dengan siksaan yang sangat keras supaya keluar menurut Islam. Mulai diseret dan dijemur pada padang pasir menggunakan tanpa pakaian hingga dijatuhi batu besar tepat pada atas dadanya. Bilal bergeming. Dia bahkan terus mengucapkan ahad, ahad, ahad, waktu disika.

Pengangkatan Bilal sebagai muadzin pertama merupakan penghargaan kepadanya. Mengapa? Karena apa yang diucapkan Bilal saat disiksa ?Ahad, ahad, ahad- memiliki unsur persamaan menggunakan kalimat-kalimat adzan, yaitu tauhid atau meng-esakan Allah.

Baca juga: Kisah Bilal Ditegur Rasulullah Dalam Mimpi

Ketiga, Bilal mempunyai kesiplinan yg tinggi. Adzan dikumandangkan lima kali dalam sehari semalam. Waktunya pun telah ditetapkan atau menjelang dilaksanakannya shalat fardhu. Untuk itu, diperlukan orang yg mempunyai kedisiplinan yang tinggi buat mengemban tugas sebagai muadzin. Dan Bilal bin Rabah adalah orang yang mempunyai kedisplinan yg tinggi itu.

Empat, Bilal memiliki keberanian. Untuk mengumandangkan adzan pada masa-masa awal dakwah Islam, maka dibutuhkan keberanian yang tinggi. Maklum saja, prinsip tauhid yang terdapat dalam kalimat adzan tentu saja bertentangan menggunakan syarat rakyat pada waktu itu, dimana kemusyrikan & penolakan terhadap Islam masih kencang. Bilal sudah terbukti mempunyai keberanian yg tinggi. Disiksa sekeras apapun saat menjadi budak, beliau permanen memegang teguh keyakinannya, Islam.

Bilal terus mengumandangkan adzan. Tetapi selesainya Rasulullah wafat, dia nir bersedia lagi sebagai muadzin. Alasannya, air mata Bilal niscaya akan bercucuran manakala sampai pada kalimat ?Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah? Sehingga membuatnya tidak kuasanya melanjutkan adzan. Bilal mengaku kenangan lamanya bersama Rasulullah akan muncul ketika sampai pada kalimat itu.

Khalifah Abu Bakar mencoba merayu Bilal buat adzan lagi, tetapi usahanya nir berhasil. Bilal bersedia buat mengumandangkan adzan lagi ketika Khalifah Umar bin Khattab tiba pada Yerusalem. Atas permintaan umat Islam, Khalifah Umar meminta Bilal buat adzan sekali lagi saja. Bilal akhirnya naik mimbar & adzan. Semua yg hadir menangis tersedu-sedu mendengar adzan Bilal lagi, termasuk Khalifah Umar. Dan itu menjadi adzan terakhir Bilal.

Wallahu A?Lam

Sumber: Situs PBNU

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Mengapa Rasulullah Menunjuk Bilal Sebagai Muadzin?"