Kumpulan Wasiat Penting Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani (bag. 1)

1.) Berilah pendidikan yang baik pada orang yg kamu kuasai urusannya dan pendidikannya, & orang yg wajib engkau perhatikan. Sabda Nabi: ?Janganlah kamu angkat tongkatmu pada keluargamu, melainkan takut-takutilah mereka kepada Allah?.

Dua.) ?Barangsiapa beriman pada Allah dan hari akhir, maka hendaklah beliau berbicara yg baik atau diam.? (Al-Hadits)

Janganlah kamu berbicara berlebih-lebihan karena bahayanya poly bicara adalah kedustaan. Orang yg banyak bicaranya itu poly juga dustanya.

Tiga.) Wahai hamba Allah, hormatilah orang yang mencintaimu serta balaslah kecintaannya dengan mencintainya juga. Janganlah kamu marah bukan karena Allah dan janganlah kamu memerintahkan orang buat melakukan kebaikan kecuali kamu sendiri mulai melakukannya. Janganlah kamu melarang orang dari melakukan keburukan sebelum engkau sendiri mulai meninggalkannya.

4.) Wahai hamba Allah, sambunglah orang yang menetapkan hubungan denganmu, maafkanlah orang yang manganiaya dirimu, dan berilah orang yg tidak pernah memberi sesuatu kepadamu.

5.) Janganlah engkau melanggar apa yang engkau larang. Apabila kamu menyampaikan hendaklah yg ringkas, jangan ngawur.

6.) Janganlah kamu melakukan perbuatan rahasia, yang tidak baik jika kamu lakukan secara terperinci-terangan. Jagalah dirimu berdasarkan segala sesuatu yg bisa menyebabkan dugaan yg jelek tentang agamamu & duniamu.

7.) Sedikitkan permintaanmu pada orang lain, karena hal itu adalah suatu kehinaan pada dirimu.

8.) Wahai hamba Allah, jauhkanlah dirimu menurut orang yg kotor lisan, janganlah engkau duduk dengan orang-orang yg lemah akhlaknya. Dari Ibnu Mas?Ud: ?Nilailah insan itu dengan teman-temannya, karena seorang itu hanya berteman dengan orang yg misalnya dirinya?.

9.) Tolonglah orang yang teraniaya dan belalah beliau semampumu serta cegahlah tangan orang zalim supaya nir melakukan kezaliman. Sabda Nabi: ?Barangsiapa berjalan dengan orang yang teraniaya sebagai akibatnya ia dapat menetapkan haknya, maka Allah akan mengukuhkan kakinya pada hari tergelincirnya kaki-kaki insan (hari kiamat)?.

10.) ?Sesungguhnya yg aku takutkan kepadamu ada dua macam; mengikuti hawa nafsu & panjang angan-angan?. (Al-Hadits)

Ingatlah bahwa menuruti hawa nafsu itu akan menghalangi orang melakukan kebenaran, dan panjang angan-angan itu membuahkan orang lupa akhirat dan lupa Allah Azza wa Jalla.

11.) Wahai hamba Allah, terimalah permintaan maaf orang yg meminta maaf kepadamu, & tariklah apa yang kamu benci. Sabda Nabi: ?Barangsiapa meminta maaf pada saudaranya sesama muslim, lantas beliau (yang dimintai maaf) nir menerimanya, maka dia berdosa menjadi orang yg berbuat dursila?. (Al-Hadits)

12.) Kasihanilah orang lain niscaya Allah mengasihani kamu. Apabila kamu tidak menyayangi orang lain, maka Allah pun nir akan mengasihimu.

13.) Hendaklah kamu suka mentaati Allah pasti Allah akan mencintaimu & mengakibatkan makhluk-Nya cinta kepadamu.

14.) Wahai hamba Allah, bila engkau bersumpah buat melakukan sesuatu yg bukan merupakan ketaatan pada Allah, maka janganlah kamu melaksanakannya, dan bayarlah kaffarat (tebusan) untuknya.

15.) Berterima kasihlah kepada orang lain atas kebaikan mereka kepadamu, dan balaslah kebaikannya itu bila kamu mampu.

16.) Janganlah engkau bertengkar dengan seorang sekalipun engkau benar. Apabila kamu hendak melakukan sesuatu berdasarkan urusan global, maka pikirkanlah akibatnya.

17.) Wahai hamba Allah, janganlah kamu merasa senang apabila seorang ditimpa sesuatu yang kamu sendiri tidak senang mengalaminya.

18.) Sabda Nabi: ?Tiadalah Allah memberi suatu nikmat pada seseorang lalu dia mengucapkan ?Alhamdulillah?, melainkan perilaku dan ucapan yang demikian itu lebih besar daripada nikmat itu sendiri, meski sebanyak apapun nikmat itu?.

19.) Jika kamu ingin melakukan sesuatu yang adalah ketaatan kepada Allah, maka janganlah engkau menunda-nunda apabila engkau dapat melakukannya segera, lantaran dirimu sendiri tidak dijamin aman menurut peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi. Jika kamu punya harapan lain yg bukan adalah ketaatan kepada Allah, bila kamu bisa untuk tidak melaksanakannya, maka janganlah engkau laksanakan. Semoga Allah menaruh kesibukan lain untukmu sehingga kamu meninggalkannya.

20.) Janganlah engkau menyebut-nyebut kebaikan yang pernah engkau berikan pada seorang, lantaran yang demikian itu bisa menghilangkan pahalamu. Jika terdapat orang yg berbuat kebaikan kepadamu sedang engkau nir bisa membalasnya, maka pujilah dia dan sebut-sebutlah.

21.) Kalau engkau sudah bersumpah untuk melakukan sesuatu sedangkan orangtuamu atau salah satunya bersumpah supaya engkau melakukan sesuatu yg berbeda dengan yang engkau kehendaki, maka taatilah kedua orang tuamu asalkan perintah mereka itu bukan maksiat.

22.) Jadilah kamu seakan-akan malaikat pencabut nyawa telah mencabut nyawamu, seakan-akan bumi menelanmu, seakan-akan gelombang dahsyat menyedotmu ke pada samudera & meneggelamkanmu. Barangsiapa telah sampai dalam kondisi ini niscaya aturan karena akibat nir berpengaruh lagi bagimu. Karena, keberadaan itu hanyalah dari pandangan lahiriah saja, bukan dari alam batin.

23.) Wahai manusia jahil, engkau ingin mengganti & mengubah kehendak-Nya, apakah engkau mengaku menjadi yang kuasa ke 2 selesainya Allah Azza wa Jalla, dimana kamu memaksa Dia agar menyesuaikan suatu hal menjadi kebalikannya.

24.) Orang-orang yang beriman itu permanen bertahan menurut cobaan & ujian Allah, bahkan cobaan dan ujian tersebut malah mengantarkan dirinya ke puncak kebaikan, baik pada dunia maupun di akhirat. Dalam menghadapi cobaan & ujian tadi merupakan mendapat & tabah dalam menghadapinya tanpa mengadu pada orang lain atau meminta bantuan pada selain Allah, bahkan ketika itu beliau lebih giat & lebih sibuk beserta Allah Azza wa Jalla.

25.) Siapa yang tidak berbudi dengan pendidikan syariat, niscaya beliau akan dididik menggunakan barah neraka di hari kiamat nanti.

26.) Wahai hamba Allah, bertobatlah engkau . Apakah engkau tidak tahu bahwa Allah Azza wa Jalla menguji kamu menggunakan suatu ujian itu supaya engkau bertobat pada-Nya, namun kamu tidak memikirkan buat melepas maksiat terhadap-Nya ?

27.) Wahai hamba Allah, insan sudah disediakan celaan dan kebanggaan misalnya musim panas & trend dingin, atau seperti siang & malam. Keduanya sama-sama nir tanggal menurut supervisi Allah. Oleh karenanya nir seorangpun yang mampu mendatangkan celaan dan pujian atau keliru satunya, kecuali menggunakan izin Allah. Jika hal tadi sudah jelas bagimu, maka engkau tidak perlu bangga dengan pujian dan tidak cemas menggunakan adanya celaan.

28.) Wahai insan, celaka sahih engkau yang mengikuti perbuatan pakar neraka tetapi mengharapkan surga . Ini memberitahuakn kerakusanmu yang tidak dalam tempatnya, karena kamu tidak berhak memperoleh apa yg engkau harapkan itu dikarenakan jalan yg kamu tempuh merupakan menyimpang jauh. Janganlah engkau terperdaya oleh kenikmatan dunia yang kamu sangka kamu peroleh. Padahal pada waktu dekat hal itu akan tercabut darimu. Allah akan merendahkan kehidupanmu sehingga kamu tunduk dan patuh kepada-Nya.

29.) Wahai hamba Allah, jadilah engkau orang yg sahih, tentu kamu akan baik. Jadilah engkau pembenar dalam aturan, tentu kamu baik pada keilmuan. Jadilah engkau baik pada perasaan, tentu engkau baik pada fenomena. Setiap keselamatan yang terdapat dalam ketundukan pada Allah merupakan sebagai perwujudan dari melaksanakan segala perintah & menjauhi segala embargo-Nya dan tabah atas ketentuan-Nya. Barangsiapa menuruti Allah, tentu Allah mengabulkan permohonannya & doanya, dan siapa yg tunduk pada Allah, tentu orang lain akan tunduk kepadanya.

30.) Wahai hamba Allah, tunduklah engkau kepada-Nya buat mencari ridha-Nya. Jagalah sesuatu yg diberikan & yg mengakibatkan siksa. Taat pada Allah adalah melaksanakan segala perintah & menghentikan segala yg dihentikan dan bersabar atas ketentuan-Nya.

Bertobatlah kamu, menangislah pada hadapan-Nya, rendahkanlah dirimu menggunakan derai air mata sepenuh hati. Menangis karena takut pada-Nya itu suatu ibadah & mata yang menangis karena takut Allah itu tidak akan tersentuh oleh panasnya barah neraka pada akhirat nanti, maka menangislah kamu lantaran menangis itu membawa manfaat bagimu.

Wahai hamba Allah, mengapa kamu menuhankan dirimu, fakta apa yang engkau terima hingga kamu arogan pada Allah Azza wa Jalla. Mengapa engkau berkehendak selain yang Dia kehendaki, bahkan engkau cinta musuh-musuh-Nya, setan yg terkutuk. Mengapa bila keputusan Tuhan sudah datang engkau berontak tidak sabar, bahkan kamu lari dan mencabut apa yang sebagai kehendak-Nya. Kontiniu

Baca juga: Kumpulan Wasiat Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani (bag. 2)

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kumpulan Wasiat Penting Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani (bag. 1)"