Kumpulan Wasiat Penting Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani (bag. 2)

31.) Sabda Nabi: ?Jika seorang hamba malas dalam beramal, pasti Allah Azza wa Jalla mengujinya menggunakan rasa duka cita.? (Al-Hadits)

Siapapun yg malas beramal, maka akan memperoleh cobaan dari Allah berupa duka cita, kegoncangan, & kesusahan. Ujian itu mungkin berupa surutnya rezeki sebagai akibatnya hatinya ragu dan susah, & ujian duka cita itu menetap pada hatinya sebagai akibatnya apapun yang dihadapinya selalu dihantui oleh perasaan susah & goncang, hatinya nir damai, perasaannya selalu pesimis & selalu dihantui perasaan kurang, kurang baik, kurang poly, kurang manis, kurang sempurna, dimana perasaan goncang seperti itu karena malas beramal dan sedikitnya melakukan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla.

32.) Sabda Nabi: ?Barangsiapa hari-harinya sama berarti dia tertipu. Dan barangsiapa hari kemarin lebih baik daripada hari ini berarti beliau tertutup dari rahmat.? (Al-Hadits)

33.) Tobat itu landasan iman, penekunannya terletak dalam berdzikir dan taat kepada-Nya. Apabila ditekuni pasti dzikir itu sebagai obat jiwa. Bertobatlah menggunakan mulut iman, niscaya membawa keberuntungan. Jadikanlah iman menjadi pedangmu ketika datang ujian Allah.

34.) Bertobatlah kepada Allah, janganlah kamu beramal baik kecuali buat-Nya, jangan kamu tujukan kepada global atau pada akhirat. Jadilah engkau misalnya orang yang berhasrat kepada-Nya semata, berikan hak ketuhanan-Nya. Dia wajib kamu sembah. Janganlah engkau beramal buat mencari pujian, rezekimu itu nir bertambah atau berkurang, karena sesuatu yg sudah diputuskan untukmu itu pasti datang, baik yg berupa kebaikan atau keburukan. Persempitlah kerakusanmu & jadikanlah kematian menjadi titik pandangmu supaya kamu nir terlalu menyimpang jauh berdasarkan kebenaran.

Baca: Kumpulan Wasiat Penting Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani (bag. 1)

35.) Wahai hamba Allah, sibukkanlah dirimu buat membantu orang-orang yg terjepit, orang-orang yang teraniaya. Berikanlah waktumu kepada orang-orang fakir miskin yg terpedaya, lantaran apabila waktumu tersita buat menolong hamba-hamba Allah, adalah sama halnya engkau menolong Allah Azza wa Jalla.

36.) Tinggalkanlah berbesar diri di hadapan Allah atau terhadap sesamamu, karena perbuatan itu termasuk diantara sifat orang arogan yg muka mereka akan diasah oleh Allah dengan api jahanam. Termasuk orang sombong jua apabila kamu murka pada-Nya. Seperti halnya jika kamu mendengar bunyi adzan namun nir menjawabnya, tidak bersegera mengerjakan sholat maka berarti kamu telah berlaku arogan kepada Allah. Dan apabila insan berbuat aniaya terhadap sesamanya berarti dia sudah berbuat arogan pada hadapan-Nya.

37.) Janganlah engkau menduga dirimu lebih berharga, lebih mulia, lebih terhormat, lebih kuat, lebih gagah, dan lebih pintar daripada orang lain. Lantaran, sifat demikian merupakan kesombongan dimana lantaran mempunyai sifat serba merasa lebih inilah akhirnya menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. ?Sombong merupakan menolak kebenaran & menghinakan orang lain?. (Al-Hadits)

38.) Dilihat menurut sasarannya, terdapat 3 macam arogan :

a. Sombong pada Allah, dalam arti nir memperhatikan sama sekali ancaman-ancaman Allah, syariat Allah dianggap suatu hal yg remeh, & tidak mau mengamalkannya. Kalau insan telah bersifat seperti itu, maka tidak tertutup kemungkinan muncul pada jiwanya sifat dursila, tidak peduli lagi terhadap anggaran-anggaran yg berlaku.

B. Sombong pada Rasulullah saw., yaitu tidak mengindahkan sama sekali anggaran-anggaran Rasulullah saw., bahkan Rasulullah saw. Dianggap sebagaimana manusia biasa yang tidak perlu diperhatikan ucapannya. Dan hadits-hadits Rasulullah saw. Dianggapnya misalnya omongan manusia yang tidak mengandung pesan yang tersirat dan pelajaran bagi insan. Ia lebih mementingkan pikirannya daripada ucapan Rasulullah saw.

C. Sombong terhadap sesama insan, yaitu orang lain dianggap hina dan rendah, tidak perlu dihormati, & jika perlu insan harus menghormat kepadanya. Akhirnya timbul rasa bangga terhadap dirinya sendiri, ingin dihormati, ingin diperhatikan, dan lain-lain sifat tercela tumbuh pada jiwanya. Orang yg sombong nir pantas bagi dirinya kecuali memperoleh siksa neraka.

39.) Wahai hamba Allah, carilah kedudukan pada sisi Allah, impikanlah, dan jadikanlah kecenderunganmu buat-Nya, tinggalkanlah mencari dunia karena hal itu nir akan memberi kepuasan, karena selain Allah tidak akan pernah memuaskanmu. Oleh karenanya, rapatkan dirimu menggunakan-Nya, lantaran dengan cara itulah engkau akan sanggup memuaskan hatimu, dan jika berhasil tentu mampu mencapai kecukupan dunia akhirat. Butuhkan dirimu hanya kepada-Nya, carilah Dia yg mencintaimu, cintailah Dia yang mencintaimu, dan sibukkan dirimu beserta-Nya agar engkau termasuk orang-orang yang selalu mengasihi-Nya & dicintai-Nya.

Wallahu A?Lam

Sumber: Buku Wejangan Syekh Abdul Qodir Jaelani

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kumpulan Wasiat Penting Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani (bag. 2)"