Kumpulan Nasihat Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Tentang Ilmu

1.) Agama engkau dapat musnah dan lenyap ditimbulkan sang 4 hal :

a. Kamu nir mau beramal terhadap sesuatu yg telah kamu ketahui.

B. Kamu melakukan sesuatu pekerjaan dengan dasar yang tidak engkau ketahui.

C. Kamu nir mau belajar terhadap sesuatu yg tidak engkau ketahui, bahkan kamu membiarkan dirimu kekal pada kebodohan.

D. Kamu menghalangi orang lain buat belajar sesuatu yg tidak mereka ketahui.

2.) Dalam mencari ilmu seharusnya :

a. Diusahakan diperoleh menggunakan metode burung gagak, yaitu bila mencari mangsa berangkat pagi-pagi sahih, demikian pula waktu mencari ilmu.

B. Dengan kesabaran unta. Sabar pada menanggung beban berat yg dialami saat mencari ilmu.

C. Dengan kerakusan babi hutan. Kerakusan terhadap ilmu, ulet belajar.

D. Dengan kecemburuan anjing, dalam menjaga ilmu.

3.) Wahai hamba Allah, janganlah engkau sia-siakan hayati menurut ilmu tanpa menjaganya menggunakan pengamalan. Karena hal itu tidak berguna bagimu. Untuk apa engkau berilmu bila nir engkau amalkan. Berilmu itu harus bagimu dan mengamalkannya pun wajib , tidak sanggup dipisah-pisahkan antara ilmu dan amal, karena amal itu butuh ilmu dan amal merupakan suatu kewajiban yang harus kamu lakukan. Ibarat sebuah pohon, ilmu merupakan batangnya sedang amal adalah buahnya. Hidup ini wajib berilmu, & berdasarkan ilmu itu membentuk butir, dan buah itulah yg dianggap amalan kita.

4.) Ilmu itu dijadikan supaya diamalkan, bukan hanya buat dipelihara saja. Belajarlah dan beramallah lalu kenali orang lain. Kalau kamu berilmu lalu rela beramal, maka ilmu itu terucap darimu waktu engkau diam. Maka berbicaralah engkau dengan lisan yang dihiasi amal. Jangan sampai engkau berbicara mengenai ilmu namun tidak kamu sertai dengan amal, bagaikan pohon tidak berbuah. Seorang ulama mengatakan: ?Ilmu siapa nir bermanfaat, maka tidak bermanfaat pula tutur ucapnya?. Wahai hamba Allah, orang beramal dengan ilmu akan menerima manfaat menggunakan ilmu tadi, baik buat dirinya sendiri juga buat orang lain.

Lima.) Janganlah kamu tiba hanya membawa sepucuk ilmu lalu merasa cukup. Sesungguhnya ilmu itu wajib disertai amal. Ilmu tanpa amal bagaikan pohon nir berbuah, & beramal tanpa ilmu bagaikan membangun rumah diatas pondasi yg rapuh, tidak akan bisa tegak. Janganlah engkau menjadi penjual amal dengan ilmu, lantaran diantara engkau banyak orang yg pandai berpantun disertai ibarat-ibarat dan kebenaran-kebenaran mencakup balaghahnya tetapi tidak disertai menggunakan amalan, bahkan nir punya rasa lapang dada. Seandainya kamu mau melatih hati, tentu anggota tubuhmu ikut terlatih, karena hati itu pusat organ tubuh yg ada.

Ilmu itu misalnya kulit dan amal bagaikan kerangka. Kulit itu mampu dipelihara apabila kerangkanya terpelihara, apabila kulitnya rusak, maka rusak juga kerangkanya. Jika amal nir ada maka ilmu itu lenyap menggunakan sendirinya. Mana mungkin ilmumu berguna bagimu kalau nir engkau amalkan. Wahai orang berilmu, apabila engkau ingin memperoleh kebaikan pada dunia & akhirat, amalkanlah ilmumu, ajarilah manusia. Hai orang kaya, apabila kamu ingin baik di dunia dan akhirat, ringankanlah beban orang-orang fakir.

6.) Perbaikilah persahabatanmu dengan Allah, takutlah pada-Nya, beramallah menggunakan aturan-hukum-Nya, tunaikan hak-Nya. Apabila engkau beramal menggunakan hukum Allah berarti sudah menunaikan amal dengan usahamu, bahkan engkau termasuk mendorong orang lain buat mengamalkan hukum-aturan-Nya. Ilmu yg kamu miliki dan amalkan, sehabis engkau amalkan akan ada ilmu lagi bagimu tanpa engkau pelajari, ini adalah pemberian Allah karena perbuatan baikmu.

7.) Satu kali kecelakaan bagi orang jahil (bodoh, tidak berilmu) yaitu karena tidak mau belajar, dan tujuh kali kecelakaan bagi orang beriman karena menyia-nyiakan ilmunya. Orang berilmu namun nir beramal, maka lenyaplah berkah ilmunya & lepaslah pertanda baginya. Berilmu kemudian beramal lalu memperbaiki cinta Allah, maka bila cintamu bersih pasti hal itu semakin mendekatkan engkau kepada-Nya dan mengosongkan yg lain. Apabila dikehendaki, perbuatan tersebut dapat memperharum namamu di hadapan makhluk, bahkan semakin menambah pembagianmu.

8.) Wahai hamba Allah, janganlah kamu menghina ahli aturan & ulama, lantaran ucapan mereka menjadi pengobat & rancangan kalimatnya menjadi buah. Terimalah ulama yang bertakwa, agar engkau memperoleh berkah. Kamu jangan menemani ulama yang tidak beramal menggunakan ilmunya, lantaran jika kamu berteman dengan mereka tentu bala akan menimpa kamu, mereka malah mencelakakan kamu.

9.) Celaka engkau , sampai kapan engkau mempersibuk dirimu dan sibuk mengurusi keluargamu sampai lupa mengabdi kepada Allah Azza wa Jalla. Seorang ulama menyampaikan: ?Apabila engkau mengajar anakmu, sertakanlah niat & agar disibukkan beliau beserta Allah. Ketahuilah, bahwa niat itu sanggup menciptakan baiknya sesuatu dan berharga tinggi. Ajarilah anakmu menggunakan ilmu tauhid dan akhiri menggunakan ilmu yg menjurus ibadah kepada Allah Azza wa Jalla?.

Wallahu A?Lam

Sumber: Buku ?Wejangan Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani?

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kumpulan Nasihat Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Tentang Ilmu"