Kumpulan Nasihat Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Tentang Sabar

1.) Allah menaruh ujian dan cobaan menggunakan berbagai bentuk :

a. Cobaan jasmani dan rohani yg berupa penyakit, kecelakaan, rasa duka cita & lain-lain.

B. Cobaan berupa kehilangan harta kekayaan, kebakaran & lain-lain

c. Cobaan melalui sanak keluarga yang ditimpa penyakit, kematian dan lain-lain.

Pada dasarnya semua ujian & cobaan yg menimpa itu merupakan :

a. Disebabkan kedurhakaan terhadap Allah oleh manusia itu sendiri, itu menjadi balasan buat menghapus dosa kedurhakaannya itu, agar insan sebagai sadar atas kedurhakaannya.

B. Takdir Allah buat menguji hamba-Nya & kelak pada akhirat akan diganti menggunakan rahmat dan keridlaan-Nya untuk yg tabah dan tawakkal saat menerima ujian dan cobaan tadi.

Dua.) Wahai hamba Allah, bersabarlah engkau karena global seisinya merupakan suatu ujian dan cobaan. Tiada nikmat kecuali disertai sakit, tiada kelapangan kecuali disertai kesempitan.

Tiga.) Terdapat empat macam kesabaran :

a. Menahan diri menurut segala perbuatan dursila, dan menurut menuruti dorongan hawa nafsu angkara murka . Menghindarkan diri dari segala perbuatan yg mungkin bisa menjerumuskan diri ke jurang kehidupan dan merugikan nama baiknya. Maka saat syahwat bergejolak hendak menggoncangkan keyakinan & keimanan, hanya sabarlah yg bisa meneguhkan keimanan menggunakan memaksakan diri supaya berhenti di perbatasan syara?, dan sabar misalnya inilah yang menyelamatkan keimanan kita.

B. Sabar pada menjalankan suatu kewajiban, yaitu tidak merasa berat atau merasa bosan dalam menjalankan ibadah. Oleh karenanya, suatu ibadah merupakan membutuhkan suatu kesabaran.

C. Sabar dalam membela kebenaran, melindungi kemaslahatan, menjaga nama baik bagi dirinya, keluarganya dan bangsanya. Sabar sepert ini adalah berani buat membela kebenaran.

D. Sabar terhadap kehidupan dunia, yaitu sabar terhadap tipu daya dunia, tidak terpaut pada kenikmatan kehidupan global, dan nir berakibat kehidupan global sebagai tujuan, melainkan hanya sebagai indera buat mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang abadi di akhirat nanti.

4.) Wahai hamba Allah, ketahuilah bahwa tabah merupakan tetap tegaknya dorongan kepercayaan menghadapi dorongan hawa nafsu. Sabar merupakan sifat yang membedakan insan dengan fauna pada hal menundukkan hawa nafsu. Sedang dorongan hawa nafsu adalah tuntutan syahwat dan cita-cita yang minta dipenuhi. Jadi sabar merupakan suatu kekuatan, daya positif yg mendorong jiwa buat melaksanakan kewajiban. Demikian juga tabah adalah kekuatan yang menghalangi seseorang buat melakukan kejahatan.

Lima.) Kebanyakan orang menduga bahwa tabah itu berarti merendahkan diri & menyerahkan pada keadaan, membiarkan diri hanyut dalam situasi dan kondisi, atau menghentikan usaha tanpa berusaha mencari jalan keluar yang baik, tanpa memperbaiki dan memperkuat amal perbuatan. Pengertian tersebut tidaklah sempurna, sebab yang dimaksudkan menggunakan tabah merupakan menghadapi cobaan dan ujian menggunakan cara yg baik, berusaha mencari jalan keluar dengan cara yg baik jua, dan membiasakan diri melakukan amal perbuatan yg shaleh dan bisnis yang terpuji yang disertai menggunakan doa kepada Allah sambil berakibat pengalamannya itu suatu dorongan buat mempunyai kemauan yang keras, keimanan, keyakinan yg istiqomah.

6.) Wahai hamba Allah, janganlah engkau lari menurut ujian & cobaan, lantaran datangnya ujian dan cobaan yang dibarengi dengan sabar itu menjadi pondasi setiap kebaikan, pondasi kenabian, kerasulan, kewalian, dan kearifan, pula kecintaan pada Allah itu ada pada ujian & cobaan. Apabila engkau nir sabar atas datangnya ujian dan cobaan yg menimpa kamu, berarti engkau tidak punya pondasi. Sesungguhnya kamu yg lari menurut ujian & cobaan yang menimpa kamu, berarti engkau nir butuh kewalian, ma?Rifat & dekat menggunakan Allah. Bersabarlah engkau sebagai akibatnya kesabaran itu seiring bersama hatimu, rahasiamu, dan rohmu pada pintu yg lebih dekat dalam Allah Azza wa Jalla.

7.) Manusia itu tidak lepas berdasarkan beban yg diberikan Allah kepadanya. Maka, kamu wajib mengerti bahwa tabah atas beban, qadha, dan qadar itu jauh lebih baik dibandingkan isi dunia & akhirat yg diserahkan kepadamu buat bertasawuf.

8.) Wahai hamba Allah, perbanyaklah sifat membisu dan tabah dari orang-orang yg menyakitimu. Apabila mereka berbuat dosa akbar yaitu melakukan maksiat kepada Allah, barulah engkau tidak boleh diam lantaran hal itu terlarang dan haram bagimu buat berdiam diri. Disaat itu menasihati merupakan termasuk ibadah sedang membiarkannya adalah suatu kemaksiatan. Apabila kamu mampu menegakkan amar ma?Ruf nahi munkar itu adalah jalan yang baik yg telah terbuka pada hadapanmu, maka masukilah dengan segera.

9.) Wahai hamba Allah, kerjakanlah perintah-Nya dan hentikanlah perbuatan terlarang. Bersabarlah kamu pada mendapat ujian menggunakan memperbanyak amalan sunah sehingga engkau dianggap orang tabah yg beramal buat mencari taufik Allah. Rendahkanlah dirimu di hadapan-Nya. Hentikan maksiat menurut jalur lahir & membencinya melalui jalur batin. Peganglah taufik-Nya, dan bersabarlah engkau atas ketentuan-Nya.

10.) ?Sabar itu adalah bagian dari iman, seperti kepala adalah bagian berdasarkan tubuh.? (Al-Hadits). Apabila iman tanpa kesabaran bagaikan tubuh tidak berkepala, maka apabila nir tabah terhadap ujian yg menimpa berarti keimanannya mangkat , misalnya matinya orang yang hilang kepalanya. Adapun makna sabar merupakan nir mengadu kepada seorangpun ketika menerima ujian & cobaan, tidak tergantung dalam kasualita (aturan karena akibat), nir membenci cobaan & pula nir merasa gembira akan hilangnya cobaan.

11.) Untuk mengetahui sampai dimana kadar cinta kita kepada Allah, maka Allah akan menguji dimana kita tidak akan lepas dari segala ujian yang menimpa kita baik musibah yang berhubungan dengan diri kita sendiri, maupun yang menimpa pada sekelompok manusia atau bangsa. Terhadap semua ujian itu, hanya sabarlah yang memancarkan sinar yang memelihara seorang muslim dari jatuh kepada kebinasaan, memberikan hidayah yang menjaga dari rasa putus asa.  Sebagai orang muslim wajib meneguhkan hatinya dalam menanggung segala ujian dan penderitaan dengan tenang. Demikian juga dalam menunggu hasil pekerjaan, kita hadapi dengan ketabahan dan sabar serta tawakkal.

12.) Jika seseorang menghadapi cobaan atau penderitaan itu dengan ridlo, nrimo & mencari jalan keluar menggunakan cara yg sebaik-baiknya, nir mengeluh, tidak mengadu, apalagi merintih, maka Allah niscaya akan memudahkan baginya urusan hisabnya. Allah akan menyegerakan pahalanya, memberkati kehidupannya sehingga timbangan amalnya nir diberati menggunakan kejahatan tetapi diberati dengan ketaatan dan pahala. Jadi, jika manusia itu menghadapi ujian menggunakan sabar, maka dia termasuk lulus menurut ujian itu. Tetapi jika menghadapi ujian menggunakan tidak tabah, maka ia tergolong insan yg tidak berhasil, & putus asa itu bukanlah sifat orang mukmin.

13.) Orang-orang yang mengasihi Allah tentu rela atas ketentuan-Nya, bukan kepada yang lain-Nya. Mereka selalu memohon pertolongan dari-Nya dan mempersempit selain Dia. Pahitnya dan susahnya kefakiran menjadi kemanisan baginya, tanpa mengurangi arti rela pada-Nya, & merasa senang & nikmat apabila bersama-Nya. Kayanya pada kefakirannya, nikmatnya dalam kesakitannya, keberaniannya dalam ketakutannya, & dekatnya pada jauhnya. Alangkah bahagia bagimu wahai orang-orang yang tabah, orang-orang yg rela, orang-orang yang memadamkan nafsu & hawanya.

Wallahu A?Lam

Sumber: Buku Wejangan Syekh Abdul Qodir Jaelani

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kumpulan Nasihat Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Tentang Sabar"