Kumpulan Nasihat Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Tentang Iman

1.) ?Barangsiapa dibukakan pintu kebajikan baginya, maka hendaklah dia mencapai peluang itu, karena nir diketahui kapan pintu itu ditutup baginya?. (Al-Hadits)

Wahai manusia, capailah dan peliharalah pintu hayati selagi masih terbuka. Mungkin pada ketika dekat ini akan tertutup pulang menggunakan tercabutnya rohmu dari kerongkonganmu. Peliharalah tingkah lakumu yang baik selagi kamu masih sanggup melakukannya. Peliharalah pintu tobat, masuklah ke lorong-lorongnya selagi masih terbuka untukmu. Peliharalah pintu dosa lantaran pintu itu selalu terbuka untukmu, dan peliharalah pintu ke temanmu yg baik, sesungguhnya pintu itu masih terbuka untukmu.

Wahai hamba Allah, bangunlah dirimu dari sesuatu yg menggoncangkanmu, sucikanlah dirimu dari sesuatu yg mengotorimu, perbaikilah dirimu dari sesuatu yg merusakmu, jernihkan dirimu dari keruh kotormu, tahanlah dirimu berdasarkan kesenangan global yang engkau ambil, kembalilah kepada Tuhanmu yang engkau jadikan loka pelarianmu.

Wahai hamba Allah, disana tiada apapun kecuali Zat Pencipta Azza wa Jalla. Maka, jika engkau telah merasa berada bersama Allah, berarti engkau hamba-Nya. Dan apabila kamu merasa berada bersama makhluk, maka berarti engkau sebagai budak mereka. Jika engkau mengetahui bahwa pemisahan terhadap Allah Yang Haq itu menjadi pemisah setiap perwujudan yg kamu yakini, maka sesungguhnya segala sesuatu menurut makhluk itu adalah sebagai penghalang antara dirimu menggunakan Allah.

Dua.) Kebaikan itu tergantung menurut hadiah-Nya, sedang keburukan terletak karena mengingkari-Nya. Jika kamu berusaha lantaran Allah semata, maka kamu akan dekat menggunakan Allah, dan Allah melihatmu sebagai balasan untukmu.

Wahai hamba Allah, janganlah engkau mencari ganti dalam bentuk hitungan. Carilah pemberi nikmat kepadamu, janganlah mencari nikmat. Jika kamu mencari nikmat, maka nikmat itu tidak akan kamu temukan selamanya, sebaliknya apabila engkau mencari Pemberi nikmat, maka itulah suatu kenikmatan.

3.) Wahai hamba Allah, selamatkanlah jiwamu menurut dunia & akhirat, dan bebaskanlah jiwamu berdasarkan selain Allah, niscaya rahmat akan berdatangan dari banyak sekali arah. Peliharalah Tuhanmu berdasarkan aneka macam penjuru jiwamu, tentu kamu akan selamat menurut tipu daya iblis dan hawa nafsu. Sehingga: ?Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, tidak terdapat kekuasaan bagimu terhadap mereka?. (QS. Al-Hijr: 42)

4.) Wahai hamba Allah, dimanakah engkau letakkan rasa penghambaanmu pada Allah Yang Haq?. Bawalah kemari rupa penghambaanmu yang benar, dan genggamlah rasa kecukupan dalam segala urusanmu. Kamu adalah hamba yg lari berdasarkan Tuhanmu. Kembalilah kepada-Nya, serahkanlah jiwa ragamu buat Dia & rendahkanlah dirimu di bawah perintah-Nya tanpa tawaran, terhadap embargo-Nya menggunakan menghentikan, terhadap ketentuan-Nya dengan sabar & mendapat. Jika hal ini telah kamu sempurnakan dalam jiwamu, maka sempurnalah penghambaanmu, kemudian datanglah kecukupan untukmu menurut Allah Azza wa Jalla.

5.) Wahai hamba Allah, engkau diciptakan sang Allah bukan buat membuat kekacauan, bukan sekedar buat permainan, bukan sekedar buat makan, minum, tidur dan kawin. Ingatlah bahwa hatimu melangkah menuju Allah satu langkah, maka cinta-Nya melangkah menuju engkau beberapa langkah.

6.) Wahai hamba Allah, bila kamu bersedia melayani-Nya kamupun akan dilayani-Nya, apabila kamu berhenti Dia pun akan berhenti. Maka layanilah Allah Yang Haq, janganlah engkau sibuk mengurusi harta benda dunia kemudian meninggalkan-Nya, atau lantaran engkau melayani pemimpin yang nir bisa membawa mudharat dan manfaat. Mana sanggup mereka memberimu?. Apakah mereka itu mampu memberimu apa yang tidak dibagi untukmu, atau menentukan pembagian sesuatu yg nir dibagikan sang Allah kepada engkau ?. Tak ada yg perlu diistimewakan buat mereka. Apabila engkau beropini bahwa pemberian mereka itu mendahului ketentuan-Nya, maka kafirlah engkau . Bukankah sudah diketahui bahwa mereka itu bukan pemberi, bukan penolak, bukan pencelaka, bukan yg Qadim, dan bukan Yang Akhir kecuali hanya Allah Yang Haq. Apabila engkau mengungkapkan bahwa engkau mengetahui hal itu, maka Bagaimana kamu memahami sedangkan kamu mendahulukan selain Dia?.

7.) Wahai manusia, barangsiapa yang meninggalkan pintu Allah Yang Haq, tentu menuju pintu manusia. Barangsiapa yg menyia-nyiakan jalan Allah dan naungan-Nya, tentu tunduk di jalan makhluk dan berlindung di sana. Barangsiapa yg dikehendaki sang Allah kebaikannya, tentu pintu-pintu yang menuju makhluk ditutup bagi dirinya, hadiah mereka diputus untuknya, sebagai akibatnya semua yang berdasarkan makhluk itu nir bermanfaat bagi dirinya.

8.) Wahai hamba Allah, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah & janganlah engkau selalu mengerjakan perbuatan maksiat yg mengakibatkan dosa akbar, sucikan kostum agamamu menurut najis menggunakan air tobat, permanen beserta-Nya & nrimo disamping-Nya. Ketahuilah bahwa semua yg terjadi pada dirimu (yang bukan penyakit yg menimpa dirimu), semua itu datangnya menurut Allah. Lantaran itu kembalilah pada Allah dengan sepenuh hati.

9.) Wahai hamba Allah, peliharalah tulus pada beramal, luruskan pandanganmu dan perhatikan amalmu. Beramallah kamu lantaran Allah, jangan karena nikmat-Nya. Jadilah engkau misalnya orang yg mencari ridha-Nya semata. Carilah keridhaan-Nya hingga Dia memberimu. Jika Allah memberimu berarti kenikmatan global & akhirat engkau peroleh. Di dunia sanggup dekat menggunakan Allah, pada akhirat mampu melihat Allah dan memperoleh balasan sebagaimana yg Dia janjikan. Di dunia kamu dapat mengenal-Nya melalui mata hatimu, sebagai akibatnya jiwamu hening, kondusif, sejuk, tidak susah, dan merasa cukup terhadap ketentuan-Nya yang terdapat padamu. Dan di akhirat kamu bisa melihat melalui mata kepalamu.

10.) Wahai hamba Allah, yang dinamakan takut pada Allah itu bukanlah takut pada siksa-siksa-Nya, tetapi takut kepada Allah adalah merasa bahwa Allah selalu mengawasi segala perbuatan baik & jelek, sehingga seseorang nir berani & takut melakukan kemaksiatan kemudian tunduk & patuh terhadap syariat-Nya.

11.) Wahai hamba Allah, makanlah dan minumlah dengan kuliner & minuman yg diridhai Allah, dan perangilah hawa nafsumu jangan sampai engkau hanyut terbawa oleh kemauan hawa nafsu. Ketahuilah bahwa di langit dan bumi tiada penguasa selain Allah Azza wa Jalla. Tiada Tuhan dan tiada penenang kecuali hanya Dia, tiada penentu atau pemutus kecuali Dia, tiada penguasa atau penakluk kecuali hanya Dia, dan tiada yg perkasa selain Dia. Maka ketahuilah melalui mata hatimu dan batinmu bahwa Allah Azza wa Jalla merupakan satu-satunya tempat harapanmu, bukan kepada yg lain.

12.) Sesungguhnya cobaan itu poly tetapi penangkalnya hanya satu demikian jua penyakit itu banyak tetapi penyembuhnya cuma satu, yaitu Allah Ta?Ala.

Wahai orang yg terkena penyakit jiwa, serahkanlah jiwamu pada dokter, & kamu tidak perlu berduka cita atas sesuatu yang dikehendaki padamu karena Allah lebih penyantun kepadamu daripada dirimu sendiri. Jagalah dirimu di hadapan-Nya & janganlah engkau membelakangi-Nya, karena kamu bisa melihat segala kebaikan global dan akhirat hanya menurut Dia semata.

13.) Cinta kepada Allah menurut Imam Al-Ghazali adalah sebagai output dari ma?Rifatullah. Oleh karena itu, dia menyampaikan: ?Ketahuilah bahwa tajalli (memperoleh kenyataan) keagungan Allah membawa insan khauf (takut) kepada Allah, tajalli kecantikan dan keindahan Allah membawa insan kepada rindu, tajalli sifat Allah membawa manusia pada cinta, tajalli Zat Allah membawa manusia pada tauhid?.

14.) Sesungguhnya engkau diciptakan hanyalah buat menyembah Dia, karena itu jangan mempermainkan. Jalinlah interaksi dengan-Nya, jangan mempersibuk diri menggunakan yg lain, jangan mencintai-Nya merangkap makhluk. Apabila engkau menyayangi yg lain, cintailah atas dasar afeksi & kelembutan. Kalau itu yang engkau kehendaki, tidaklah mengapa. Namun bila cintamu ke yang lain berdasar lubuk hati, janganlah kamu lakukan lantaran termasuk cinta batin, & yang demikian itu nir diperbolehkan.

15.) Jika pertolongan itu telah sempurna atasmu, maka datanglah dunia dan akhirat sebagai pelayanmu tanpa paksa. Lintasilah pintu Tuhanmu dan tetaplah pada sana. Jika kamu permanen membisu tidak bergeming berdasarkan pintu itu, maka Allah Yang Haq herbi jiwamu sebagai akibatnya engkau bisa melihat lintasan-lintasan hawa nafsu, lintasan hati, & lintasan iblis. Dikatakan untukmu : ?Inilah lintasan yang benar, dan inilah lintasan yang batil?.

Ketahuilah, berdasarkan setiap bentuk ini menyimpan indikasi yg sanggup kamu kenali. Bila kamu sudah sampai dalam maqam ini, pasti lintasan Al-Haq datang padamu, mendidikmu, menetapkan, mendudukkan, menggerakkan, menempatkan, memerintah, & menegakkan kamu.

Wahai hamba Allah, janganlah engkau mencari penambah dan pengurang, karena setiap kepastian itu sudah mencakup setiap individu. Tidak seorangpun diantara engkau kecuali baginya punya manuskrip dan biografi penghitung.

Wallahu A?Lam

Sumber: Buku Wejangan Syekh Abdul Qodir Jaelani

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kumpulan Nasihat Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Tentang Iman"