Kisah Pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan (bag. 1)

Beliau adalah Abu Abdillah Utsman bin Affan bin al-Ash bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf. Nasab dia bertemu dengan nasab Nabi shallallahu ?Alaihi wa sallam dalam kakek keempat yaitu Abdi Manaf. Pada masa jahiliyah dia dipanggil Abu Amr, namun tatkala menurut istri beliau yaitu Ruqayyah binti Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam terlahir seseorang laki-laki yang diberi nama Abdullah kemudian dia berganti sebagai Abu Abdillah, & beliau masyhur dengan julukan Dzu Nurain (pemilik 2 cahaya).

Di masa jahiliyah Utsman bin Affan adalah seorang yang terpandang & dimuliakan oleh kaumnya. Beliau dikenal sebagai seorang yang sangat pemalu, hartawan, & pemilik nasihat yg didengar. Karena itulah dia sangat dicintai dan dimuliakan sang kaumnya. Beliau tidak pernah sujud pada sebuah patung pun, nir juga berbuat keji, nir pernah meminum khamar baik sebelum maupun selesainya Islam.

Utsman bercerita, ?Aku tidak pernah bernyanyi, nir juga panjang angan-angan, saya pun tidak pernah menyentuh dzakarku dengan tangan kananku sesudah aku gunakan tangan itu buat membai?At Rasulullah shalallahu ?Alaihi wa sallam, saya nir pernah minum khamar pada masa jahiliyah maupun setelah Islam.?

Keutamaan Utsman bin Affan

Beliau termasuk as-sabiqun al-awwalun (orang-orang yang pertama menyambut dakwah Islam). Beliau mengikrarkan diri menjadi seorang muslim berkat dakwah Abu Bakar Ash-Shidddiq pada umur 34 tahun. Di ketika kaumnya menolak dan mengingkari seruan dakwah Nabi shallallahu ?Alaihi wa sallam beliau justru membentangkan tangan, membuka hati, dan meyakini tanpa keraguan. Tatkala seruan hijrah dikumandangkan dia adalah termasuk seseorang yg tampil melaksanakan perintah sehingga dia dua kali berhijrah, ke negeri Habasyah & Madinah.

Keunggulan teman Utsman semakin tampak dalam beberapa keadaan penting di masa Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam yg ketika itulah figur Utsman dikenal sebagai keliru satu sahabat yg nir dianggap melainkan kebaikan. Di waktu musim paceklik panjang, kemiskinan & kefakiran menjadi bagian dari setiap kaum muslimin. Di saat itu jua Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam menyerukan seruan jihad & dia tengah menyiapkan pasukan akbar buat diberangkatkan pada Perang Tabuk melawan pasukan Romawi. Pasukan itu dianggap jaisyul ?Usroh karena sulitnya kondisi materi para sahabat dalam waktu itu. Namun, Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam permanen mendorong para sahabatnya buat berinfak dan bersedekah pada rangka menyiapkan pasukan besar tersebut. Hingga Nabi shallallahu ?Alaihi wa sallam menyampaikan, ?Barang siapa yg menyiapkan jaisyul usyroh, maka baginya surga .?

Tiba-tiba datanglah seseorang saudagar kaya yang gemar memberi dialah Utsman bin Affan membawa kepingan-kepingan dinar berjumlah 1000 dinar lalu diberikan di hadapan Rasulullah shalallahu ?Alaihi wa sallam. Sambil memeganginya keluarlah ucapan yang masyhur berdasarkan bibir Nabi shallallahu ?Alaihi wa sallam yg mulia, ?Tidaklah memudharatkan Utsman apa yang dia lakukan setelah ini.?

Dan juga dalam saat jumlah kaum muslimin semakin bertambah & Masjid Nabawi serasa tidak dapat lagi menampung jamaah, maka Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam bersabda, ?Barang siapa membeli lokasi milik famili fulan kemudian menambahkan buat perluasan masjid menggunakan kebaikan maka ia kelak pada nirwana.? Lalu Utsman membelinya berdasarkan kantong uang miliknya kemudian tanah itu diwakafkan buat masjid.

Demikian jua tatkala Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam hijrah ke Madinah maka nir dijumpai air tawar kecuali berdasarkan sumur tempat tinggal . Lalu Nabi shallallahu ?Alaihi wa sallam bersabda, ?Barang siapa membeli sumur & berakibat gayung miliknya bersama menggunakan gayung milik kaum muslimin maka kelak dia di nirwana.? Mendengar ucapan tadi Utsman pun segera membelinya.

Kemudian satu hal yg tidak boleh dilupakan, yg menambah kemuliaan teman Utsman, dia adalah seseorang mu?Allim yg cinta pada Al-Qur?An. Kecintaannya terhadap Al-Qur?An telah berakibat hasil yg senantiasa dikenang hingga hari kiamat, insiden pengumpulan Al-Qur?An & penyeragaman bacaan merupakan bukti konkret bagi seseorang yg mau merenunginya. Beliaulah sahabat yang telah meriwayatkan sabda Rasulullah shalallahu ?Alaihi wa sallam, ?Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur?An & mengajarkannya.?

Dan suatu hari Utsman memanggil orang-orang, lalu berwudhu di hadapan mereka, lalu dia mengungkapkan, ?Barang siapa yg berwudhu semisal wudhuku ini lalu shalat 2 rakaat & nir berbincang-bincang pada dalamnya, maka Allah Subhanahu wa Ta?Ala akan mengampuni dosa-dosanya yang telah kemudian.?

Beliau juga sering memperingatkan manusia menurut bahaya dusta atas nama kepercayaan , dari beliaulah diriwayatkan sabda Rasulullah shalallahu ?Alaihi wa sallam, ?Barang siapa yg berdusta atas namaku menggunakan sengaja maka silakan mengambil loka duduk di neraka.?

Dan masih poly lagi keutamaan-keutamaan beliau yg lain, namun nir ada yang lebih menggembirakan menurut itu semua dibandingkan persaksian Rasulullah shalallahu ?Alaihi wa sallam bahwa Utsman merupakan min ahlil jannah (salah satu penghuni surga ).

Dari Abu Musa Al-Asy?Ari beliau berkata, ?Suatu hari Nabi shallallahu ?Alaihi wa sallam masuk ke sebuah kebun dan dia memerintahku untuk menjaga pintu kebun tersebut, maka datanglah seseorang laki-laki meminta biar untuk masuk maka Nabi shallallahu ?Alaihi wa sallam mengatakan, ?Izinkanlah dia masuk dan berikan kabar gembira kepadanya berupa surga .? Ternyata dia adalah Abu Bakar. Lalu tiba seseorang pria yang lain & meminta izin buat masuk, kemudian Nabi shallallahu ?Alaihi wa sallam berkata, ?Izinkanlah beliau masuk dan berikan liputan gembira kepadanya berupa nirwana.? Ternyata beliau adalah Umar. Kemudian datang lagi seorang yang lain meminta izin untuk masuk, tetapi sejenak Nabi shallallahu ?Alaihi wa sallam terdiam, kemudian dia menyampaikan, ?Izinkanlah beliau masuk dan berikan warta gembira kepadanya berupa nirwana atas bencana yang akan menimpanya.? Ternyata dia merupakan Utsman bin Affan.?

Ishaq bin Rahawaih berkata, ?Tidak ada seorang pun sepeninggal Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam orang yang paling baik di muka bumi ini kecuali Abu Bakar, & nir ada orang yg lebih baik sepeninggalnya kecuali Umar, & nir ada orang yang lebih baik sepeninggalnya kecuali Utsman, serta nir terdapat orang yang lebih baik dan lebih mulia sepeninggalnya kecuali Ali.?

Munculnya Gelombang Fitnah

Merupakan mukjizat kenabian, apa yang disabdakan Nabi shallallahu ?Alaihi wa sallam pasti terjadi. Abu Hurairah telah meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ?Alaihi wa sallam bersabda, ?Sesungguhnya kalian akan menjumpai setelahku rekaan dan perselisihan atau perselisihan dan fitnah.? Maka mengungkapkan keliru seorang, ?Lalu pada siapa kami akan memihak?? Nabi shallallahu ?Alaihi wa sallam bersabda, ?Berpegangteguhlah kalian pada al-Amiin ini dan sahabat-sahabatnya.? Lalu beliau mengisyaratkan pada Utsman.?

Maka atas apa yg telah dikabarkan sang Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam dan Utsman pun mengetahui bahwa kelak dia akan dibunuh secara zalim, & orang-orang yang keluar darinya akan menghalalkan darahnya adalah orang-orang munafik. Apa yg disabdakan Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam benar-sahih terjadi, selesainya dia diangkat sebagai Khalifah kaum muslimin yg absah, dia banyak menuai protes, banyak menerima kritikan dan tuduhan dari para pemberontak. Api itu makin menghalalkan darah Utsman. Di antara tuduhan-tuduhan keji mereka:

1.) Mereka menuduh Utsman nir berlaku adil dalam pengangkatan para pejabatnya lantaran dia mengutamakan keluarganya dan mencopot jabatan sebagian sahabat kibar (senior), serta menggantinya dengan orang-orang yang lebih muda umurnya.

Jawaban atas tuduhan tadi:

Adapun penggantian jabatan dari sahabat senior kepada para pemuda, maka benar-benar bagi beliau masih ada panutan yg baik sebelumnya. Bukankah Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam jua pernah menyiapkan pasukan besar buat memerangi Romawi kemudian beliau menunjuk panglimanya adalah Usamah bin Zaid yg tatkala itu masih berusia muda, sedang di belakangnya poly para sahabat senior misalnya Abu Bakar & Umar? & sebelum pasukan akbar tadi diberangkatkan Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam terlebih dahulu mangkat global. Apa reaksi manusia tatkala itu, mereka datang pada Umar buat membujuk Abu Bakar, agar dia mencopot jabatan Usamah bin Zaid sebagai panglima, maka sahabat Abu Bakar murka akbar dan mengatakan pada Umar, ?Wahai Umar, dia adalah orang yang sudah diangkat eksklusif oleh Rasulullah shalallahu ?Alaihi wa sallam, lalu kamu memintaku buat mencopotnya!?.

Al-Imam Ibnu Katsir mengatakan, ?Utsman adalah seorang yang berakhlak mulia, sangat pemalu, & gemar memberi. Beliau acapkali mendahulukan keluarga & kerabat-kerabatnya lantaran Allah Subhanahu wa Ta?Ala pada rangka buat ta?Liful qulub (melunakkan hati), buat suatu tujuan yang tak pernah mati melalui perkara-perkara dunia yg fana sebagaimana Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam juga sudah memberi suatu kaum & nir memberikan kepada kaum yang lain buat suatu tujuan agar mereka mendapat hidayah & iman, & benar-benar untuk tujuan ini suatu kaum memahaminya, tidak sebagaimana kaum Khawarij sudah melakukan protes atas apa yg diperbuat oleh Rasulullah shalallahu ?Alaihi wa sallam.?

2.) Beliau dituduh sudah membuat perkara baru yang nir ada model sebelumnya seperti pengumpulan ayat-ayat Al-Qur?An dalam satu mushaf, dia tidak meng-qashar shalat tatkala pada Mina, dan dia menambahkan adzan sebagai dua kali dalam shalat Jumat.

Jawaban atas tuduhan tadi:

Adapun beliau membakar seluruh mushaf & berakibat satu mushaf saja yg disepakati maka justru para ulama memandang hal itu adalah perbuatan mulia yang membuahkan kemuliaan bagi teman Utsman, lantaran berarti dia sudah memupus benih-benih perpecahan pada tubuh kaum muslimin wacana bacaan kitab kudus mereka. Lihatlah apa tindakan Abu Hurairah setelah Utsman melakukan apa yang beliau lakukan terhadap Al-Qur?An kemudian teman Abu Hurairah menemuinya seraya berkata, ?Sungguh engkau telah benar dan mencocoki kebenaran.?

Adapun tatkala pada Mina beliau shalat sempurna & nir meng-qashar, maka beliau menjawab sendiri tuduhan tadi, ?Ketahuilah, yang demikian adalah lantaran saya mendatangi suatu negeri yg di dalamnya masih ada keluargaku, sehingga aku menyempurnakannya karena 2 alasan; bermukin & menjenguk famili.?

Dan Al-Hafizh An-Nawawi sudah menukil dari Al-Imam Az-Zuhri dia mengungkapkan, ?Utsman shalat sempurna di Mina empat rakaat lantaran orang badui (Arab pegunungan) di tahun itu sangatlah banyak, maka Utsman hendak mengajari mereka bahwa shalat (Zuhur dan Ashar) adalah empat rakaat.?

Adapun mengenai dia menambahkan adzan sebelum Jum?At karena beliau memandang terdapat maslahat yang menuntut akan hal tadi, karena kota Madinah semakin luas & orang-orang semakin poly sehingga adzan tadi merupakan pertanda bahwa shalat Jum?At akan segera ditegakkan.

Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Saib bin Yazid, bahwa Utsman menambahkan adzan kedua pada masanya karena tatkala itu manusia yg tinggal di Madinah telah sangatlah banyak.

Dan andai kata perbuatan itu mungkar maka niscaya akan diingkari oleh para sahabat senior yang tatkala itu masih hidup. Kalau demikian keadaannya, maka hal itu merupakan salah satu sunah Khulafaur Rasyidin dan sunah mereka merupakan termasuk sunah Nabi shallallahu ?Alaihi wa sallam yang kita diperintah untuk berpegang teguh dengannya.

3.) Beliau dicela karena beberapa tindakan pada antaranya lantaran dia sudah absen dalam Perang Badar, & saat Perang Uhud beliau termasuk orang-orang yang ikut lari ke belakang & beliau nir ikut pada Bai?At Ridwan.

Sahabat Abdullah bin Umar sudah menjawab tuduhan-tuduhan tadi sebagaimana yg sudah diriwayatkan sang Al-Imam Al-Bukhari: ?Seorang pria tiba dari Mesir buat berhaji, lalu ia melihat suatu kaum tengah duduk-duduk. Ia bertanya, ?Siapa mereka?? Lalu dijawab, ?Mereka adalah orang-orang Quraisy.? Ia berkata, ?Siapa syaikh mereka?? Mereka menjawab, ?Abdullah bin Umar.? Lalu dia bertanya, ?Wahai Abdullah bin Umar, saya akan menanyakan beberapa hal kepadamu. Apakah kamu memahami bahwa Utsman telah lari dalam Perang Uhud?? Beliau menjawab, ?Benar.? Ia melanjutkan, ?Apakah engkau tahu bahwa dia juga sudah absen berdasarkan Perang Badar?? Beliau menjawab, ?Benar.? Ia bertanya lagi, ?Apakah kamu memahami bahwa dia jua sudah absen pada Bai?At Ridwan?? Beliau menjawab, ?Benar.? Lalu pria itu berkata, ?Allahu Akbar!!?

Ibnu Umar menyampaikan, ?Kemarilah, saya akan jelaskan kepadamu. Adapun Utsman sudah lari pada Perang Uhud maka aku bersaksi bahwa Allah Subhanahu wa Ta?Ala telah memaafkannya, lantaran Allah Subhanahu wa Ta?Ala berfirman, ?Sesungguhnya orang-orang yg berpaling pada antaramu dalam hari bertemu 2 pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan yg sudah mereka perbuat (pada masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.?(QS. Ali-Imran: 155)

Adapun dia absen pada Perang Badar karena tatkala istri dia yaitu putri Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam sedang sakit keras, sebagai akibatnya beliau diizinkan buat tidak hadir dalam peperangan. Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam berkata kepadanya, ?Sesungguhnya bagimu misalnya pahalanya orang yang ikut menyaksikan Perang Badar.? Dan mengenai absennya dia pada Bai?At Ridwan lantaran andai saja terdapat orang yg lebih mulia berdasarkan Utsman pada Mekah maka Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam akan mengutusnya ke Mekah, maka tatkala Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam mengutusnya, dia mengungkapkan ini adalah bai?Atnya Utsman.? Setelah itu Ibnu Umar mengungkapkan kepada laki-laki tadi, ?Sekarang pergilah kamu?. Bersambung

Baca juga: Kisah Pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan (bag. 2)

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah Pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan (bag. 1)"