Kisah Rasulullah Lupa Rakaat Ketika Mengimami Shalat

?Manusia merupakan tempatnya salah & lupa,? Istilah Rasulullah dalam sebuah hadits.

Rasulullah adalah manusia tetapi tidak misalnya manusia biasa. Rasulullah merupakan orang yg terjaga menurut melakukan dosa & hal-hal yg tidak baik (maksum). Tidak misalnya manusia biasanya yg kerap kali melakukan dosa & maksiat. Persamaannya, Rasulullah pula bertindak misalnya yang lainnya. Beliau makan, minum, tidur, beristri, dan memiliki anak. Juga memiliki emosi misalnya manusia kebanyakan. Bahagia, murung , marah, & lupa.

Iya, Rasulullah pula pernah lupa. Alkisah, suatu saat Rasulullah menjalankan shalat Isya bersama para sahabatnya di Masjid Nabawi. Beliau bertindak sebagai imam. Ketika semuanya sudah siap, Rasulullah memulai shalat dengan takbiratul ihram & mengakhirinya menggunakan salam. Setelah shalat, Rasulullah berdiam diri pada pada masjid.

Hingga waktu ini, beliau belum menyadari kalau rakaat shalatnya kurang. Para sahabat yg menjadi makmumnya sebagai gundah. Mengapa Rasulullah shalat Isya dua rakaat? Padahal status mereka nir musafir. Mereka sebagai menerka-nerka; apakah Rasulullah lupa atau memang ada wahyu yg baru turun & merevisi jumlah shalat Isya sebagai 2 rakaat?

Di tengah kebingungan dan kebimbangan para teman itu, seseorang teman yang dijuluki ?Dzul Yadain? -karena tangannya berukuran panjang- mendatangi Rasulullah. Dia kemudian bertanya kepada Rasulullah perihal shalat Isya yg 2 rakaat itu.

?Wahai Rasulullah, apakah engkau tersebut memang lupa ataukah shalat Isya sekarang dikurangi sebagai dua rakaat?? Tanya Dzul Yadain.

Rasulullah masih belum sadar usai mendengar pertanyaan menurut Dzul Yadain. Beliau masih keukeuh & yakin bahwa shalat Isya-nya empat rakaat. Untuk meyakinkan dirinya, Rasulullah lantas bertanya pada para sahabatnya. Apakah dirinya shalat Isya empat atau 2 rakaat? Para sahabatnya menjawab secara serentak bahwa Rasulullah shalat Isya hanya dua rakaat.

Rasulullah baru tersadar sesudah para sahabatnya mengingatkannya. Beliau langsung berdiri lagi buat memimpin shalat. Menyempurnakan kekurangan bilangan rakaat shalat Isya-nya, supaya menjadi empat rakaat. Tidak lupa, selesainya salam Rasulullah melakukan sujud sahwi (sujud lantaran lupa). Dan ini sebagai praktik sujud sahwi yg pertama. Dengan demikian, lupanya Rasulullah itu juga melahirkan nasihat tersendiri, yaitu sujud sahwi ketika lupa bilangan rakaat shalat.

Usai menyempurnakan bilangan rakaat shalat Isya dan melaksanakan sujud sahwi, Rasulullah mengungkapkan bahwa dirinya merupakan insan biasa yang nir luput menurut lupa. Beliau meminta pada para sahabatnya buat mengingatkannya saat lupa.

?Apabila seseorang ragu-ragu tentang berapa hitungan rakaat atau rukun shalat yang dilaksanakannya, hendaknya dia memastikan apa yg dianggapnya benar. Lantas, hendaknya dia menyempurnakan apa yg dianggapnya kurang, kemudian mengucapkan salam & bersujud sahwi dua kali,? Istilah Rasulullah.

Demikian Rasulullah. Beliau selalu terbuka pada para sahabatnya. Tidak mentang-mentang. Tidak pula merasa paling benar ?Padahal keliru, meski dia seseorang Nabi & Rasul Allah. Beliau bahkan meminta kepada para sahabatnya secara eksklusif buat tidak usah takut-takut mengingatkan jika dirinya lupa lagi.

Wallahu A?Lam

Sumber: Situs PBNU

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah Rasulullah Lupa Rakaat Ketika Mengimami Shalat"