Kisah Pengakuan Abu Jahal Tentang Kejujuran Nabi

?Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah satu pada antara ke 2 lelaki ini, Abu Jahal bin Hisyam atau Umar bin Khattab,? Doa Nabi Muhammad saw. Buat Abu Jahal dan Umar bin Khattab.

Abu Jahal atau Amr bin Hisyam adalah keliru satu elit Quraisy yg sangat memusuhi dakwah Islam yg diemban Nabi Muhammad saw. Dia dikenal menjadi pribadi yang kejam, bengis, & nir segan menghabisi lawan-lawannya. Karena sikapnya yang seperti itulah, Abu Jahal dijuluki menjadi Fir?Aun dalam zaman Nabi Muhammad saw. Salah satu sahabat yg merasakan tangan dingin Abu Jahal merupakan Sumayyah. Salah satu teman Nabi Muhammad saw. Yg gugur sesudah mendapatkan siksaan berdasarkan Abu Jahal.

Berbagai macam cara dilakukan untuk menghentikan dakwah Islam. Mulai dari mengintimidasi umat Islam hingga mengancam Nabi Muhammad saw. Secara terang-terangan. Bahkan, suatu ketika Abu Jahal pernah melarang Nabi Muhammad saw. Buat mengerjakan shalat. Tetapi, Rasulullah nir gentar menggunakan gertakan Abu Jahal tersebut.

Abu Jahal pula merupakan orang yg menyulut terjadinya perang Badar. Pada ketika itu, pasukan kaum musyrik Quraisy ?Terbelah?. Sebagian mereka ingin terus berperang melawan umat Islam. Sebagian lain menduga jikalau perang itu tidak perlu terjadi lantaran sudah nir terdapat urgensinya lagi. Semula tujuan awal mereka adalah mengamankan kafilah dagang Abu Sufyan. Karena kafilah Abu Sufyan telah sampai Makkah menggunakan selamat, maka mereka menganggap bila perang itu tidak ada urgensinya lagi.

Akan namun, Abu Jahal & elit lainnya mengobarkan semangat tempur pasukan kaum muysrik Quraisy. Kata mereka, ketika ini merupakan ketika yang tepat buat memberi pelajaran bagi kaum Muslim yg sudah menginjak harga diri dan mencaci-maki tuhan mereka. Singkat cerita, kemudian meletuslah perang Badar yang lalu dimenangkan sang pasukan umat Islam.

Meski demikian, merujuk buku Para Penentang Muhammad saw., dalam awal-awal turunnya Al-Qur?An Abu Jahal kerap kali menyelinap ke rumah Nabi Muhammad saw. Buat mendengarkan bacaan Al-Qur?An. Abu Jahal merasakan sebuah keajaiban manakala mendengarkan lantunan Al-Qur?An yg dibacakan Nabi Muhammad saw.

Menariknya, Abu Jahal tidak sendirian waktu menyelinap ke tempat tinggal Nabi Muhammad saw. Untuk mendengarkan Al-Qur'an. Ada Abu Sufyan dan al-Akhnas pula. Meski mereka tidak janjian, namun mereka kerap saling kepergok satu sama lain. Dikabarkan jika peristiwa Abu Jahal menyusup rumah Nabi Muhammad saw. Berlangsung selama 3 malam berturut-turut. Seolah mereka ketagihan menggunakan bacaan Al-Qur?An. Meski demikian, hal itu tidak sampai menciptakan Abu Jahal masuk Islam.

Sosok Abu Jahal dalam film

Abu Jahal juga pernah memberikan kesaksian tentang kebenaran & kejujuran Nabi Muhammad saw. Sebagaimana berita pada buku "Rasulullah Teladan untuk Semesta Alam", al-Miswar bin Makhramah pernah bertanya kepada pamannya, Abu Jahal, tentang sosok Nabi Muhammad saw. Kata Abu Jahal, ?Nabi Muhammad saw. Adalah seorang yg sangat jujur, tidak pernah berbohong, sehingga beliau diberi julukan al-Amin (yg terpercaya)?. Lalu al-Miswar bertanya lagi mengapa Abu Jahal tidak mau mengikuti Nabi Muhammad saw.

?Wahai anak saudariku, kami dan Bani Hasyim saling memperebutkan kehormatan. Mereka memberi makan, kami pun memberi makan. Mereka memberikan minum, kami pun menaruh minum. Mereka membayar orang buat bekerja, kami pun sama,? Jawab Abu Jahal.

?Sehingga waktu kami duduk pada atas kendaraan kami (karena kami bermusuhan), kami seperti dua ekor kuda taruhan, maka mereka menyampaikan, ?Di antara kami terdapat seseorang Nabi?. Maka kapankah kami menerima hal tadi?? Lanjutnya.

Hal yg sama juga ditanyakan al-Akhnas bin Syuraiq pada hari perang Badar. Pada ketika itu, al-Akhnas meminta Abu Jahal buat berkomentar mengenai Nabi Muhammad saw. Menggunakan sejujur-jujurnya. Lagi-lagi, Abu Jahal menjawab kalau Nabi Muhammad saw. Merupakan seorang amanah & tidak pernah berbohong satu kali pun.

?Akan tetapi, bila Bani Qushay sudah memegang bendera, menjaga Ka?Bah, memberi minum orang haji, dan mempunyai kenabian, maka apa lagi yang tersisa buat Quraisy yang lainnya?? Kata Abu Jahal.

Sikap permusuhan & pertentangan yang ditunjukkan Abu Jahal bukan karena keyakinan jika Nabi Muhammad saw. Berdusta dan hanya mengaku-ngaku saja menjadi Nabi dan Rasul Allah. Akan namun, sikapnya itu lebih didasarkan pada fanatisme golongan. Tidak rela jika Bani Qushay menguasai segalanya.

Wallahu A?Lam

Sumber: Situs PBNU

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah Pengakuan Abu Jahal Tentang Kejujuran Nabi"