Kisah Penebar Hoax Dalam Legenda Arab

Asy?Ab adalah keliru seseorang tokoh lucu pada legenda Arab. Di samping lucu, Asy?Ab juga dikenal sangat tamak. Saking tamaknya, jika membicarakan orang yg tamak, orang Arab berkata: ?Athma? Min Asy?Ab!?, ?Dia lebih tamak daripada Asy?Ab.?

Begitu tamaknya si Asy?Ab ini, hingga setiap kali ada orang merogoh kantong, beliau selalu berharap orang tersebut akan memberinya uang; setiap kali ada orang tewas, dia selalu memeriksa jika-bila dia mendapat wasiat dari almarhum.

Suatu hari, secara iseng, Asy?Ab memberitahu rekan-rekannya bahwa beliau diminta pak Fulan mengundang mereka seluruh besok malam, buat hadir pada pesta akbar yang akan diselenggarakan pada tempat tinggal dia.

Syahdan, dalam besok malamnya ketika Asy?Ab tidak menjumpai seorang pun menurut rekan-rekannya, beliau pun curiga. ?Jangan-jangan,? Katanya dalam hati, ?Pak Fulan sahih-benar mengadakan pesta akbar.? Berpikir demikian, Asy?Ab pun segera menuju ke rumah pak Fulan. Dan ternyata di rumah pak Fulan memang nir terdapat apa-apa. Sepi.

Asy?Ab tergoda sang kebohongan dan ketamakannya sendiri.

Mendengar cerita Asy?Ab ini, boleh jadi Anda tertawa & menganggapnya konyol. Tapi marilah kita pulang ke kehidupan keseharian kita sendiri. Meskipun nir persis cerita Asy?Ab; kita acapkali menyaksikan bagaimana kebohongan ternyata bisa sebagai opini, hingga tidak hanya membuat yakin poly orang, tapi jua mengakali si produsen kebohongan itu sendiri.

Orang modern berbohong nir sekedar karena iseng seperti Asy?Ab, akan tetapi sahih-sahih lantaran tujuan yang berfokus. Yaitu memenangkan kepentingan.Di zaman terkini ini, keseriusan orang memperjuangkan kepentingan -acap kali diklaim sebagai cara professional- sedemikian rupa, sebagai akibatnya, dalam rangka itu, berbohong dan lain sebagainya pun tidak boleh tanggung-tanggung.

Kebohongan, ketamakan, & sebagainya dalam hakikatnya lahir berdasarkan mak kandung yg satu, yaitu kebodohan jiwa. Oleh karena itu, sering kali orang yang mengemas kebohongan, ketamakan, atau yg lain dengan cara apa pun, pada akhirnya -tanpa disadari sebagaimana Asy?Ab- akan ikut menuai buahnya.

Tidak sporadis seorang yang terlanjur dianggap pemimpin, contohnya, yg -menggunakan kebodohan, kebohongan, atau & ketamakannya- berhasil menipu umat, kemudian tanpa sadar dia ikut termakan tipuannya sendiri; kemudian selanjutnya terpaksa wajib mempertahankan tipuannya itu menggunakan tipuan-tipuan lain.

Tidak sporadis berdasarkan kalangan pers, contohnya, ada yg -dengan kebodohan, kebohongan, atau dan ketamakannya- berhasil membuat suatu opini, lalu tanpa sadar ikut mempercayainya. Lalu dalam langkah selanjutnya, terpaksa wajib terus mengikuti alur opini yg dibuatnya sendiri itu.

Banyak sekali orang yang menipu dirinya sendiri lalu sangat mempercayai tipuannya lalu tanpa sadar terlepas menurut ke-diri-annya. Orang yang nir mengenal dan tidak pernah berteman menggunakan masyarakat, misalnya, & menipu dirinya menjadi wakil rakyat, kemudian beliau sendiri mempercayainya, bisa saja setiap hari berlagak menjadi benar -betul wakil warga . Akhirnya, apabila suatu ketika sempat mengaca, beliau pun tidak mengenali lagi dirinya sendiri.

Lihatlah, ternyata kekonyolan nir hanya bisa terjadi atau ada berdasarkan tokoh legenda seperti Asy?Ab. Anda setiap hari mampu tertawa melihat kekonyolan-kekonyolan konkret pada kehidupan kekinian yg bermula dari kebodohan, kebohongan, ketamakan, dan sebagainya.

Oleh: KH. Mustofa Bisri (Gus Mus)

Sumber: bangkitmedia.Com

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah Penebar Hoax Dalam Legenda Arab"