Kisah Nabi Yusuf Ditegur Oleh Allah

Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur KH. Mohammad Djamaludin Ahmad menyebutkan bahayanya menyakiti orang tua.

''Allah berfirman kepada Nabi Uzair, ?Orang yang menyakiti orang tua, akan memperoleh laknat dan murka Allah sehingga empat generasi keturunannya nir akan manfaat dan berkah. Sebaliknya, orang yg memuliakan orang tua, anak keturunannya akan manfaat berkah hingga empat generasi?," katanya saat mengisi pengajian pada Bumi Damai Al-Muhibbin.

Kiai Djamal kemudian menceritakan kisah Nabi Yusuf. Ketika Nabi Yusuf sudah diangkat sebagai raja, ayahnya yakni Nabi Ya?Qub pernah tiba silaturahim. Kala didatangi Nabi Ya?Qub, posisi Nabi Yusuf sedang duduk di singgasana raja. Melihat ayahnya tiba, Nabi Yusuf nir berdiri buat memberi penghormatan. Allah pun pribadi menegur Nabi Yusuf & berfirman, ?Anak keturunanmu wahai Yusuf, nir akan ada yg jadi nabi.?

"Ini benar terjadi. Tidak terdapat anak keturunan Nabi Yusuf yg jadi nabi,'' tambah Kiai Djamal.

Dikatakannya, Nabi Muhammad SAW setiap kedatangan tamu, selalu berdiri buat memuliakan. Para teman jua demikian, waktu Nabi datang, selalu berdiri. Nabi mengatakan kepada para sahabat, bila beliau tiba, tidak usah berdiri. Tetapi esoknya, waktu Nabi datang, sahabat tetap berdiri & Nabi membisu. Sahabat menyambut kedatangan Nabi dengan berdiri lantaran hormat kepada Nabi.

"Makanya jika shalawatan, pas mahalul qiyam, kita disuruh berdiri buat menghormati, lantaran saat itu terdapat Nabi rawuh (datang)," ujarnya.

Kiai Djamal kemudian mengungkapkan penyebab tradisi di pesantren pada menghormati pengajar. Saat guru atau kiai tiba, santri diajari menyambut penuh hormat menggunakan berdiri. Demikian pula ketika seorang hamba kedatangan tamu orang tua. Maka wajib menghormat dengan berdiri.

"Suatu waktu, Abu Ghasan jalan sejajar dengan orang tuanya. Abu Hurairah yang melihat itu langsung mengingatkan, ?Anak kalau berjalan dengan orang tua, jangan sejajar. Anak wajib pada belakang orang tua. Di belakangnya sempurna, tanpa diselingi orang lain supaya bila terdapat sesuatu dengan orang tua, anak sebagai yang pertama menolong?," tuturnya.

Lebih rinci Kiai Djamal menyebutkan saat orang tua di lantai bawah, anak jangan naik ke loka yg lebih tinggi. Ketika orang tua telah memandang kuliner, anak jangan mengambilnya. Bisa jadi makanan itu dikehendaki sang orang tua. Kalau kita ambil duluan, nanti orang tua merasa didahului & kecewa.

"Kalau bicara, nadanya tak boleh lebih tinggi dibanding orang tua.Tak boleh  memotong saat orang tua bicara. Tak boleh banyak bicara tak penting di depan orang tua. Orang tua baru ngomong sak kecap, kita sudah berkecap-kecap," pungkas Kiai Djamal.

Wallahu A?Lam

Sumber: Situs PBNU

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah Nabi Yusuf Ditegur Oleh Allah"