Kisah Mbah Maksum Lasem Dinasihati Rasulullah

KH. Maksum Ahmad Lasem, dikenal menggunakan sebutan Mbah Maksum, merupakan galat satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yg penuh dengan karomah. Kisah karomahnya sudah ditandai oleh gurunya, Syaikhona Kholil Bangkalan, waktu Maksum muda masih masa ngaji. Walaupun tidak lama ngaji pada Bangkalan, tapi Maksum muda telah diakui keulamannya.

Selain pada Syaikhona Kholil Bangkalan, Maksum muda jua pernah belajar di aneka macam wilayah, yakni ke Jepara, Kajen (Kiai Abdullah, Kiai Abdul Salam, dan Kiai Siroj), Kudus (Kiai Ma?Shum & Kiai Syarofudin), Sarang Rembang (Kiai Umar Harun), Solo (Kiai Idris), Termas (Kiai Dimyati), Semarang (Kiai Ridwan), Jombang (Kiai Hasyim Asy?Ari), hingga Makkah (Kiai Mahfudz At-Turmusi).

Setelah selesai mengembara, jadilah Maksum belia sosok kiai yg terkemuka dalam ilmu agama. Tapi sehabis berkeluarga, waktunya Mbah Maksum banyak digunakan buat urusan dagang. Sampai akhirnya dalam sebuah bepergian di Semarang, Mbah Maksum tertidur & bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Hal yang sama, saat pada Bojonegoro, Mbah Maksum antara tertidur dan terjaga, kembali bertemu dengan Kanjeng Rasul SAW.

?La khayra illa fi nasyr al-ilmi, (Tidak terdapat kebaikan (yang lebih primer) daripada menyebarkan ilmu).? Pesan Rasulullah kepada Mbah Maksum.

Bahkan pada suatu saat, pada rumahnya sendiri, Mbah Maksum kembali bermimpi menggunakan Kanjeng Rasul. Dalam mimpinya, Mbah Maksum bersalaman & setelah terjaga, tangannya masih wangi karena salaman menggunakan Kanjeng Nabi.

?Mengajarlah, segala kebutuhanmu insya Allah akan dipenuhi semuanya oleh Allah.? Pesan Kanjeng Nabi.

Jenazah Mbah Maksum Lasem

Lantaran mimpi-mimpi ini, Mbah Maksum akhirnya konsultasi dengan teman dan gurunya, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy?Ari Tebuireng Jombang.

?Mimpi itu telah jelas. Tidak perlu ditafsirkan balik .? Tegas Kiai Hasyim Asy?Ari yang mendorong Mbah Maksum agar secepatnya penekanan ngaji & mendirikan pesantren pada kampungnya.

Setelah itu, Mbah Maksum akhirnya berhenti berdagang dan penekanan menetap di Lasem dengan mendirikan Pesantren bernama Al-Hidayat. Fokus ngaji menggunakan para santri & warga .

Wallahu A?Lam

Sumber: bangkitmedia.Com

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah Mbah Maksum Lasem Dinasihati Rasulullah"