Kisah Kiai Faqih Maskumambang Mengkritik Gerakan Wahabi Dunia

Namanya KH. Faqih Abdul Jabbar, Maskumambang Gresik. Biasa diklaim Kiai Faqih Maskumambang. Beliau ini ulama besar , walaupun sporadis dibicarakan. Usianya 80 tahun (1857-1937). Termasuk keliru satu pendiri NU, bahkan sebagai Wakil Rais Akbar NU, atau wakilnya Hadratsusysyaikh KH. Hasyim Asy?Ari. Kalau soal usia, Kiai Faqih lebih sepuh menurut Kiai Hasyim Asy?Ari yg lahir tahun 1875. Keduanya pernah sama-sama belajar pada Syaikhona Kholil Bangkalan, pula belajar menggunakan para ulama pada tanah kudus, Mekah dan Madinah.

Datang pada Indonesia, keduanya sama-sama berjuang meneguhkan ahlussunnah wal jama?Ah. Kiai Faqih telah semenjak awal menengarahi bahayanya aliran Wahabi. Kiai Faqih sudah sadar gerakan Wahabi, & selalu gelisah buat melawan aliran Wahabi yg membahayakan umat Islam sedunia. Maka, tahun 1922, Kiai Faqih menulis kitab ihwal kritik keras terhadap aliran Wahabi. Kritik ini dilakukan 2 tahun sebelum Ibnu Saud menggulingkan Syarif Husein dari kursi kekuasaan tahun 1924. Ibnu Saud menggunakan ajaran Wahabi buat menguatkan posisi kekuasaannya.

Kritik Kiai Faqih ini juga dilakukan sebelum NU berdiri, tahun 1926. Para kiai pendiri NU sebenarnya sudah melakukan gerakan luar biasa dalam menghadang Wahabi, sebagaimana Kiai Mas Alwi Abdul Aziz yg melakukan riset ke Eropa buat memahami gejolak moderniasi pada global Islam.

Kitab yang ditulis Kiai Faqih itu berjudul an-Nushush al-Islamiyyah fi Raddi ‘ala al-Madzahib al-Wahhabiyyah (Sebuah Risalah dalam menolak mazhab Wahabi)  yang semula ingin diberi judul, ar-Risalah bi Taqlid al-Wahhabiyah li an-Nashara al-Brustantiyah li Ajli Mahw al-Madzhib as-Sunniyyah (Sebuah Risalah yang Mengungkap Taqlid Golongan Wahabi kepada Kristen Protestan dalam Menghapus Madzhab Sunni). Kitab ini dengan keras menolak Wahabi sebagai madzhab dengan membongkar penyimpangannya sedari Ibnu Taimiyah, hingga Abdul Qadir at-Tilimsani.

Kritik pada kitab ini sangat keras. Apalagi kitab ini diterbitkan oleh penerbit Darul Kutub al-Islamiyah Mesir dalam tahun 1922. Publik global gempar, karena terdapat orang Indonesia yg sangat berani melawan Wahabi. Apalagi Mesir jua sentra kajian Islam & gerakan modernisasi yg digaungkan Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Nama Kiai Faqih dari Maskumambang Gresik menjadi perbincangan global internasional, khususnya di Timur Tengah.

Kiai Faqih Maskumambang

Dalam kitab ini, Kiai Faqih menegaskan bahwa Wahabiyah adalah sebutan kepada suatu kelompok yang dinisbatkan pada pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab yang muncul di Nejd sekitar abad  12 H/18 M. Sejak muncul di tanah Arab, golongan ini telah ditandai para ulama masyhur dengan doktrin mereka yang berbahaya dengan mengafirkan, menghalalkan darah dan harta golongan yang bukan Wahabi. Formulasi ini bisa ditemukan dalam Kitab at-Tauhid karangan Muhammad bin Abdul Wahab sendiri.

Kiai Faqih juga mengkritik salah satu akar pemikiran Wahabiyah, yakni Ibnu Taimiyah. Bagi Kiai Faqih, Ibnu Taimiyah telah melecehkan Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, bahkan hingga Imam al-Ghazali. Semua barisan ulama ini sangat dihormati pada ahlussunnah wal jama?Ah terbukti kiprahnya dalam sejarah Islam jua luar biasa, tak mampu dinafikan.

Di samping itu, Kiai Faqih pula mengkritik cara berfikir yg dikembangkan ala Ibnu Taimiyah yang dikembangkan Wahabiyah, yakni literalis yg bertumpu pada Al-Qur?An dan Hadits. Melepaskan teks berdasarkan konteks, sehingga Wahabiyah mudah sekali mengafirkan sesama Muslim, kebenaran dimonopoli, sementara pihak lain selalu keliru & kelak pada neraka.

Kritik keras Kiai Faqih ini menggema pada berbagai belahan global, apalagi di Indonesia. Mereka yg tersengat oleh kritik ini, kemudian mengecam rakyat pesantren menjadi kaum tradisional yang jumud dan penuh bid?Ah. Ini seluruh disadari Kiai Faqih, makanya dia sangat bersemangat waktu konvoi warga pesantren mendirikan organisasi bernama Nahdlatul Ulama (NU).

Perjuangan Kiai Faqih di NU tidak banyak ditulis sejarah. Tetapi bukunya yg mendunia, jua anak didik-muridnya yang menjadi ulama besar , menjadi saksi bahwa usaha Kiai Faqih sangat akbar bagi warga NU dan Islam Nusantara.

Sumber: bangkitmedia.Com

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah Kiai Faqih Maskumambang Mengkritik Gerakan Wahabi Dunia"