Dialog Heraclius Dengan Abu Sufyan Tentang Diri Nabi

Pada waktu itu, Rasululah mengirimkan surat kepada penguasa Romawi Timur, Kaisar Romawi Timur Flavius Heraclius Augustus. Adalah Dihyah bin Khalifah al-Kalbi yang ditugaskan buat mengantarkan surat itu. Inti menurut surat Rasulullah tadi merupakan mengajak Kaisar Heraclius supaya masuk Islam.

Setelah menerima Dihyah bin Khalifah al-Kalbi, Kaisar Heraclius sebagai ?Bertanya-tanya? Dengan sosok Rasulullah. Ia kemudian menggelar sebuah majelis yang dihadiri para pembesar Romawi. Kaisar Heraclius juga mengundang Abu Sufyan bin Harb dan kafilah Quraisy yg ketika itu sedang berdagang di Syam.

Merujuk buku ?Rasulullah Teladan buat Semesta Alam? (Raghib As-Sirjani, 2011) & ?Sirah Nawabiyah? (Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, 2012), dengan didampingi penerjemah Kaisar Heraclius mengajukan beberapa pertanyaan kepada Abu Sufyan.

?Siapakah diantara kalian yang paling dekat nasabnya menggunakan laki-laki yang mengaku Nabi ini??, tanya Heraclius.

?Aku. Akulah yg paling dekat nasabnya,? Jawab Abu Sufyan.

Ya, Rasulullah masih berkerabat dengan Abu Sufyan. Rasulullah merupakan anak dari paman Abu Sufyan. Kakek ketiganya bertemu menggunakan kakek Rasulullah, Abdi Manaf. Namun sayang, pada saat ini Abu Sufyan belum masuk Islam. Bahkan beliau menjadi penentang dakwah Rasulullah. Ia baru masuk Islam pada tahun ke-8 Hijjriyah dan sebagai pejuang Islam.

Kaisar Heraclius meminta Abu Sufyan buat mendekat. Sebelum mengajukan beberapa pertanyaan tentang Rasulullah, Kaisar Heraclius telah mewanti-wanti. Ia memerintahkan kepada penerjemahnya buat membohongi Abu Sufyan jika tamunya itu berbohong. Tidak lain, ini dimaksudkan buat menerima fakta yang valid tentang sosok Rasulullah.

?Jika beliau (Abu Sufyan) berbohong, maka bohongi juga dia,? Tegas sang Kaisar kepada penerjemahnya.

Pertama-tama, Kaisar Heraclius menanyakan tentang nasab Rasulullah. Abu Sufyan menjawab bahwa Rasulullah memiliki nasab yg baik dan terpandang. Menurut Kaisar Heraclius, nasab para rasul sebelumnya pula terpandang.

Kemudian Kaisar Heraclius bertanya ihwal eksistensi seseorang sebelumnya yang berkata misalnya yg dikatakan Rasulullah. Tidak terdapat orang yg menyampaikan misalnya Rasulullah sebelumnya, kata Abu Sufyan. Tanggapan Sang Kaisar, apabila sebelumnya terdapat yg mengungkapkan perkataan tampaknya, maka ia (Rasulullah) hanya menjiplaknya.

?Apakah pada antara bapak-bapaknya terdapat yg sebagai raja?? Tanya Kaisar

?Tidak terdapat,? Jawab Abu Sufyan.

Sang Kaisar mengatakan, ?Kalau seandainya beliau keturunan seorang raja, maka dia hanya sedang menuntut kerajaan leluhurnya.?

?Apakah pengikutnya asal menurut orang-orang terpandang atau orang-orang lemah??, tanya Kaisar lagi

?Orang-orang yang lemah,? Jawab Abu Sufyan. ?Memang misalnya itulah pengikut para rasul,? Kata Sang Kaisar menanggapi.

?Apakah jumlah mereka bertambah atau berkurang?? Desak Kaisar

?Bahkan bertambah terus,? Kentara Abu Sufyan.

?Demikian juga menggunakan iman, hingga beliau menjadi sempurna,? Timpal Kaisar.

?Apakah terdapat orang yang keluar lagi menurut agamanya sehabis dia masuk agama tadi lantaran murka kepadanya?? Sergah Kaisar

?Tidak ada,? Jawab Abu Sufyan singkat.

Kata Kaisar, ?Memang seperti itulah, karena iman telah meresap ke pada hati?.

?Apakah kalian menuduhnya berbohong sebelum dia mengungkapkan apa yang dikatakannya?? Tanya Kaisar

?Tidak,? Jawab Abu Sufyan. Kata Kaisar Heraclius, ?Aku memahami tidak mungkin dia berdusta pada insan & Allah?.

?Apakah dia berkhianat?? Cecar Kaisar Heraclius.

?Selama kami bergaul, kami tidak pernah mendapatinya melakukan hal itu,? Jawab Abu Sufyan.

?Demikian pula para rasul, mereka nir berkhianat,? Respons Sang Kaisar.

Kaisar Heraclius lantas bertanya ?Apakah kaumnya memeranginya??.

Kata Abu Sufyan, ?Ya. Kaumnya memerangi & memusuhinya?.

Tidak puas menggunakan itu, Kaisar Heraclius kemudian bertanya, ?Bagaimana cara Abu Sufyan dan kaumnya memeranginya?.

?Peperangan antara kami dan beliau silih berganti. Kadang kami yg menang, kadang dia yang menang,? Jawab Abu Sufyan.

Kaisar Heraclius

Lalu Kaisar Heraclius mengeluarkan pertanyaan pamungkasnya. ?Apa yang dia perintahkan pada kalian??

?Dia menyampaikan, ?Sembahlah Allah semata, janganlah menyekutukan-Nya menggunakan sesuatu apapun, tinggalkan apa yg dikatakan bapak-bapak kalian. Dia pula menyuruh kami buat menunaikan shalat, membayar zakat, bersedekah, menjaga kehormatan diri, dan menjalin silaturahim,? Jawab Abu Sufyan.

?Maka bila yg kau (Abu Sufyan) katakan itu sahih, maka ia (Rasulullah) akan menguasai loka ke 2 kakiku ini,? Kata Kaisar.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Kaisar Heraclius mengaku jika Rasulullah akan keluar. Namun dia nir menyangka jika Rasulullah timbul dari bangsa Arab Makkah.

?Seandainya aku tahu bahwa saya akan sampai pada (masa)nya, pasti aku sangat ingin bertemu dengannya. Seandainya saya terdapat di hadapannya, pasti saya basuh kakinya,? Kata penguasa Romawi Timur itu.

Wallahu A?Lam

Sumber: Situs PBNU

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Dialog Heraclius Dengan Abu Sufyan Tentang Diri Nabi"