Khawarij, Gerakan Islam Radikal Pertama Di Dunia

Khawarij adalah salah satu sekte yang memberi banyak pengaruh terhadap gerakan ekstremisme dalam tubuh Islam.  Keberadaan mereka sempat mengubah potret ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin menjadi wajah yang intoleran dan penuh kebencian terhadap sesama Muslim. Tulisan ini secara berseri akan mengupas secara mendalam sejarah kaum Khawarij mulai dari embrionya di masa Rasulullah, gerakan politik beserta tokohnya, aksi-aksi terorismenya dan paham keagamaannya.

Pengetahuan tentang sejarah kaum Khawarij merupakan hal penting buat membaca beberapa masalah pada masa terbaru yg mempunyai kemiripan dengan pola-pola gerakan Khawarij di masa lalu. Dengan demikian, pembaca akan mendapatkan gambaran utuh mengenai apa dan bagaimana nalar ekstremisme berkembang pada tubuh minoritas umat Islam.

Para  sejarawan berbeda pendapat tentang siapa sebenarnya yang layak disebut sebagai Khawarij. Terjadi perpecahan di internal kaum Muslimin pasca-pembunuhan Khalifah Utsman di mana secara umum umat terbagi menjadi dua, yaitu kubu Ali bin Abi Thalib, sang khalifah keempat pengganti Utsman dan kubu oposisi yang terdiri dari kelompok Ummul Mukminin Aisyah dan kelompok Muawiyah bin Abi Sufyan.

Kelompok Ummul Mukminin Aisyah sempat bentrok dengan pemerintahan Khalifah Ali dalam perang Jamal yg berakhir menggunakan kemenangan pihak Ali. Selanjutnya kubu Muawiyah sebagai penantang berikutnya pada perang saudara yg dikenal menggunakan nama perang Shiffin. Pada akhir perang ini lalu terjadilah arbitrase (tahkim) antara ke 2 kubu yang bertikai. Hasil akhir arbitrase ini memenangkan pihak Muawiyah sebagai akibatnya diangkatlah Muawiyah sebagai khalifah selanjutnya (As-Suyuthi, T?R?Kh al-Khulaf??, laman 15).

Ali bin Abi Thalib sendiri tampak enggan mempertahankan statusnya lagi sebagai khalifah pasca-arbitrase ini. Hal inilah yang menciptakan poly orang dari kubu Ali bin Abi Thalib kecewa sebagai akibatnya memisahkan diri dari grup Ali & mulai memeranginya.

Sebagian akbar pengkaji sejarah Islam mendefinisikan Khawarij menjadi gerombolan yang keluar dari barisan pendukung khalifah Ali bin Abi Thalib sehabis terjadinya arbitrase (tahkim) tadi (Ali as-Shallabi, Fikr al-Khaw?Raij was-Sy??Ah F? M?Z?N Ahl as-Sunnah wa al-Jam??Ah, page 16; Abdul Hamid Ali Nasir, Khil?Fah Ali bin Ab? Th?Lib, halaman 297).

Kelompok Khawarij tidak segan menduga Muawiyah sebagai orang kafir dengan alasan telah menentang Khalifah yg sah, namun juga mengafirkan Ali dengan alasan mau mendapat output arbitrase. Dengan demikian, semua golongan yg terdapat dipercaya kafir kecuali diri mereka sendiri.

Pasukan Gerakan ISIS (anak ideologi Khawarij)

Definisi mayoritas sejarawan seperti di atas adalah definisi Khawarij secara sempit. Dengan definisi tersebut, Khawarij bisa dibilang sudah musnah dan tak ada di masa berikutnya selepas matinya seluruh pihak penentang Ali tersebut. Sebagian ahli lainnya mendefinisikan Khawarij secara lebih luas hingga mencakup siapa pun yang keluar dari kubu penguasa yang sah, misalnya as-Syahrastani yang mendefinisikan  Khawarij sebagai berikut:

?? ?? ??? ??? ?????? ???? ???? ????? ??????? ???? ???? ???????? ???? ??? ?????? ?? ???? ??????? ??? ?????? ???????? ?? ??? ????? ??? ???????? ??? ?????? ??????? ?? ?? ????

"Setiap orang yang keluar menentang pemimpin yang sah yang telah diputuskan oleh masyarakat disebut sebagai Khawarij,  baik penentangan itu terjadi di masa sahabat terhadap para Khulafaur Rasyidin atau terjadi setelah mereka terhadap para tabiin yang baik dan para pemimpin di setiap zaman". (as-Syahrastani, al-Milal wan-Nihal, juz I, halaman 114).

Dengan definisi seperti ini, maka Khawarij sanggup dikatakan permanen terdapat sampai waktu ini. Seluruh gerombolan pemberontak dan separatis pada suatu negara masuk pada kategori Khawarij karena mereka menentang pemimpin yang absah. Dalam kedua definisi di atas, tampak bahwa sebenarnya khawarij adalah sebuah gerakan politik bukan gerakan agama karena sorotan utamanya adalah kasus kepemimpinan politik, namun lalu gerakan ini menggunakan isu-isu agama sebagai propaganda primer buat melawan pemerintah. Dari penentangannya terhadap pemerintah inilah mereka mendapat nama Khawarij yg secara harfiah berarti ?Orang-orang yg keluar?. Ibnul Jauzi mencatat bahwa para Khawarij tak henti-hentinya selalu keluar buat menentang pemerintah. (Ibnul Jauzi, Talb?S Ibl?S, laman 86).

Kekejaman ISIS (anak ideologi Khawarij)

Dalam perkembangannya, Khawarij dikenal dengan berbagai nama atau julukan yg berbeda. Di antaranya adalah: al-Haruriyah, mereka disebut demikian karena markas mereka yg pertama berada pada daerah Harura?. Di Harura? Inilah generasi pertama menurut Khawarij tinggal dan menyusun kekuatannya. Mereka juga dikenal dengan nama as-Syurah yang secara harfiyah berarti ?Para pembeli? Sebab pada antara slogan mereka merupakan ?Kami membeli surga menggunakan diri kami?. Selain itu juga ada julukan al-Muhakkimah karena mereka mempunyai jargon ?Tak terdapat hukum kecuali milik Allah?. Selain julukan yg netral dan bahkan sepintas terkesan positif ini, mereka jua dikenal dengan julukan al-Mariqah yg berarti grup yg menjauh menurut kepercayaan sebab keberadaan mereka selalu diidentikkan dengan orang-orang yang sang Nabi Muhammad saw. Diklaim menjauh menurut agama seperti melesatnya anak panah dari busurnya. (Abul Hasan al-Asy?Ari, Maqalat al-Islamiyyin, halaman 127-128).

Seluruh julukan itu mereka terima kecuali julukan terakhir karena meskipun seluruh Muslim lain menganggap mereka menyimpang dari agama, tetapi dari mereka sendiri justru kebalikannya orang-orang lainlah yang telah menyimpang dan keluar berdasarkan agama.

Meskipun Khawarij merupakan kelompok ekstremis yang ada pada masa Sahabat, tetapi embrionya dapat kita lacak keberadaannya semenjak masa Rasulullah saw. Cikal bakal watak Khawarij ini tergambar pada sosok Dzul Khuwaishirah, seorang Muslim pedesaan yg merasa dirinya lebih baik daripada Rasulullah Muhammad saw. Sehingga tak ragu menaruh koreksi pada beliau. Nama Dzul Khuwaishirah populer di kalangan kaum Muslimin tatkala terjadi pembagian hasil rampasan perang Hunain. Dalam Shahih Bukhari diceritakan:

?Dari Abu Sa'id Al Khudri radliallahu 'anhu, beliau menyampaikan: "Ketika kami sedang beserta Rasulullah saw. Yg sedang membagi-bagikan pembagian (harta rampasan), datanglah Dzul Khuwaishirah, seseorang laki-laki menurut Bani Tamim, kemudian mengatakan; "Wahai Rasulullah, engkau harus berlaku adil". Maka dia menyampaikan: "Celaka kamu!. Siapa yg bisa berbuat adil jika saya saja tidak mampu berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian bila saya tidak berbuat adil". Kemudian Umar berkata; "Wahai Rasulullah, izinkan aku buat memenggal btg lehernya!?. Beliau menyampaikan: "Biarkanlah dia. Karena dia nanti akan mempunyai sahabat-teman yang galat seorang menurut kalian memandang remeh shalatnya dibanding shalat mereka, puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al-Qur'an namun nir hingga ke tenggorokan mereka. Mereka keluar menurut agama seperti melesatnya anak panah berdasarkan target (fauna buruan).? (HR. Bukhari)

Latar belakang kritik pedas Dzul Khuwaishirah itu terhadap Rasulullah saw. Dari Ibnul Jauzi dikarenakan saat pembagian hasil rampasan perang Hunain, Rasulullah memang mengutamakan sebagian gerombolan yang tak lain adalah para muallaf (non-Muslim yang diperlukan masuk Islam). Hal inilah yang kemudian menciptakan seorang Dzul Khuwaishirah berkata: ?Demi Allah, ini adalah pembagian yang Rasulullah tidak adil melakukannya?. Lalu ia mendatangi Rasulullah misalnya yang diceritakan pada riwayat Bukhari pada atas. (Ibnu al-Jauzi, Kasyf al-Musykil Min Hadits as-Shah?Hain, juz I, page 306).

Tentu saja pendapat Rasulullah buat mengutamakan para muallaf itu sama sekali tidaklah salah sebab misi utama Rasulullah memang buat membujuk insan sebanyak-banyaknya agar masuk Islam. Lantaran itulah para muallaf juga dapat bagian berdasarkan harta zakat kaum Muslimin. Seluruh teman saat itu sama sekali tak merasa Rasulullah melakukan ketidakadilan, namun tidak sinkron halnya dengan Dzul Khuwaishirah yg memang merasa pendapatnya lebih baik dari pendapat Rasulullah saw. Hingga berani menuduh beliau nir adil. Tuduhan ini tentu sebuah hal berfokus dalam seorang Rasul sehingga Umar meminta biar buat memberi sanksi meninggal dalam orang tersebut, namun dilarang sang Rasulullah. Ibnul Jauzi pada kitab Talb?S Ibl?S mengomentari sosok Dzul Khuwaishirah menjadi berikut:

??? ??????? ??????? ???? ?? ???????? ????? ???????? ???? ???? ?? ???????? ??????? ??? ??? ??? ????? ???? ???? ??????? ???? ??? ???? ??? ?? ???? ???? ??? ????? ??? ??? ??????? ????? ??? ??? ???? ???? ??? ??? ???? ??? ?? ??? ??? ??? ?????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ?????? ????? ???????? ?? ????? ?????? ?????? ??? ??? ???? ??? ?????? ????

?Khawarij pertama dan yg paling tidak baik tindakannya merupakan orang ini yang dianggap Dzul Khuwaishirah at-Tamimi. Dalam suatu riwayat Dia menyampaikan kepada Nabi: "Adillah!" lalu Nabi bersabda: "Celakalah engkau , Siapakah yg mampu adil bila aku saja tidak adil?". Inilah khawarij pertama yang muncul pada Islam. Masalah utamanya adalah dia puas terhadap pendapatnya sendiri yang andai dia diam berpikir tentu beliau mengerti bahwa nir ada pendapat yang lebih tinggi menurut pendapat Rasulullah saw. Pengikut orang ini merupakan orang-orang yang memerangi Ali bin Abi Thalib.? (Ibnul Jauzi, Talb?S Ibl?S, laman 81-82).

Dalam hadits tadi jua disebutkan mengenai ramalan Rasulullah yang menyatakan bahwa Dzul Khuwaishirah kelak akan memiliki kawan-mitra yg pakar ibadah sebagai akibatnya shalat dan puasa mereka jauh melampaui shalat & puasa teman-sahabat akbar waktu itu. Ramalan Rasulullah tersebut terbukti sahih tatkala sejarah mencatat bahwa Dzul Khuwaishirah bergabung menggunakan para Khawarij yang memberontak terhadap Khalifah Ali dan akhirnya terbunuh di dalam perang Nahrawan.

Ibadah keras mereka ternyata sama sekali tidak bermanfaat saat pola pikir yg mereka miliki bermasalah sebagai akibatnya Rasulullah mendeskripsikan sosok Khawarij itu menjadi sosok yang membaca Al-Qur?An tetapi pesan-pesan Al-Qur?An sama sekali tidak bisa masuk. Betapa poly ayat & hadits yg menjelaskan kehormatan & kemuliaan kaum Muslimin tetapi dengan mudahnya mereka memerangi mereka hanya lantaran tidak sama pendapat. Mereka merasa perbedaan pendapat merupakan suatu kemungkaran sehingga harus diperingatkan dengan amar makruf nahi munkar, termasuk pada Rasulullah & para Khalifah Rasyidin sekalipun yang notabene jauh lebih paham agama daripada mereka. Mereka justru melesat menjauhi ajaran Islam seperti anak panah melesat menjauhi busurnya, meskipun mereka sendiri ahli ibadah yg sulit dicari tandingannya. Dari sinilah lalu julukan al-Mariqah (grup yg melesat menjauh) pula disematkan kepada pihak Khawarij.

Sumber: Situs PBNU

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Khawarij, Gerakan Islam Radikal Pertama Di Dunia"