Mama Sempur: Bertani Adalah Pekerjaan Paling Berkah

KH Tb. Ahmad Bakri (1839 ? 1975) atau lebih dikenal menggunakan Mama Sempur merupakan satu pada antara sekian poly ulama yg lahir dan berdakwah di tanah Pasundan (Jawa Barat). Masa mudanya dia habiskan untuk mengusut ilmu agama, mulai menurut pesantren yg terdapat di Jawa, Madura hingga berguru eksklusif ke ulama yg ada di Mekkah Al-Mukaromah. Perjalanannya yg panjang dalam menuntut ilmu membuat nama & pula pemikirannya banyak dikenal dan diakui sang kalangan pesantren khususnya yg ada di tatar Sunda.

Kematangan ilmu agama Islam Mama Sempur kemudian dituangkan dalam puluhan buku yg bisa ditemukan di pesantren yg ia dirikan, Pesantren Assalafiyah. Dari sekian poly kitab yang tersebar di pesantren yg berlokasi di Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta itu, ada satu kitab yang terhitung unik & menarik, yaitu kitab Cempaka Dilaga.

Dikatakan unik lantaran kitab yang selesai ditulis dalam tahun 1959 tersebut adalah satu-satunya kitab karya Mama Sempur yang judulnya memakai Bahasa Sunda, sementara kitab -buku karyanya lainnya memakai Bahasa Arab seperti Manhajul Ibad Fi Bayani Daf`il Fasad, Saif adl-Dlarib, Tabshiratul Ikhwan dan lain sebagainya. Tetapi demikian, antara kitab Cempaka Dilaga & yg lainnya mempunyai kesamaan, semuanya ditulis dengan aksara pegon Sunda.

Mama Sempur lebih dikenal menjadi ulama sufi. Umumnya konsepsi pada dunia tasawuf mempunyai kesamaan berfikir tentang ibadah kepada Allah pada rangka menyiapkan bekal buat kehidupan akhirat kelak. Sementara konten dalam kitab Cempaka Dilaga ini berisi mengenai kehidupan dunia yang ditampilkan pada bentuk bisnis atau bekerja.

Kitab Cempaka Dilaga sebenarnya relatif sederhana. Hanya terdiri berdasarkan 24 page. Meski begitu, subtansi narasi yg tersaji tidak berkurang. Kitab ini memuat petuah -nasihat etos kerja yg semestinya dimiliki oleh umat Islam, di antaranya bisa langsung kita temukan di awal pembahasan yang mengecam keras terhadap konduite malas pada bekerja. Kecaman Mama Sempur terhadap orang yg malas bekerja ini diumpamakan misalnya bangkai. Sebagaimana sifat bangkai, orang yg malas bekerja nir ada manfaatnya sama sekali, bahkan hanya akan memberi aroma busuk terhadap orang yg terdapat di sekelilingnya.

Ketika berbicara mengenai bidang pekerjaan, Mama Sempur menyatakan bahwa pekerjaan yang paling utama pada pandangan Islam merupakan bertani. Untuk itu sangat dianjurkan bagi umat Islam buat menentukan pekerjaan di bidang pertanian. Pernyataan ini dikuatkan oleh Mama Sempur dengan mengutip perintah Rasulullah saw. Yg disampaikan dalam sebuah hadits sebagaimana berikut:

?????? ??? ????? ????? ??????? ???????

?Hendaklah kalian bercocok tanam lantaran dalam bercocok tanam mengandung banyak manfaat & hendaklah kalian menanam banyak tanaman ?

Dalam memaknai hadits yg bersumber menurut Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali ini, Mama Sempur mengambil 3 kesimpulan sebagaimana berikut:

Pertama, umat Islam disarankan memilih pertanian sebagai bidang usaha yang dijalani, sebab bertani merupakan bidang usaha yang paling utama.

Kedua, dalam bertani akan menghasilkan keseimbangan ekosistem sehingga banyak memberi manfaat yang signifikan untuk keselarasan dan keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

Ketiga, di akhirat kelak orang yang bercocok tanam akan mendapatkan pahala dari hasil tanamannya yang dimakan oleh binatang seperti burung, ulat dan lain sebagainya. Hal ini mengacu pada hadits lain yang diriwayatkan Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah pernah bersabda: “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman, kemudian tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia ataupun binatang ternak, melainkan hal itu sudah termasuk sedekah darinya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Keberpihakan Mama Sempur terhadap dunia pertanian ini nir lepas berdasarkan konsep tani atau memasak tanah yang sebagai galat satu karakter ekonomi Islam Nusantara.

Menurut Ahmad Baso, dalam pandangan ulama Nusantara, hubungan insan dengan tanah misalnya interaksi mereka dengan bahari & air yang menyangkut keberlangsungan hidup sebuah bangsa. Pertautan tadi dapat diumpamakan misalnya ikan dan air, jika ikan tidak ada air, maka tentu saja ikan tersebut akan mati, begitu pun menggunakan insan yg membutuhkan tanah, air dan bahari, maka pada bekerja di bidang pertanian atau mengolah tanah memiliki nilai keberkahan.

Selain bertani, dalam buku Cempaka Dilaga ini Mama Sempur menjelaskan dua pekerjaan lain yg dianggap baik dari ajaran Islam, yaitu menjadi pedagang dan buruh. Tetapi, Mama Sempur sama sekali tidak mengutip hadits maupun pendapat ulama yg membahas mengenai keutamaan keduanya sebagaimana ia mengungkapkan keutamaan pada bertani. Dapat dikatakan bahwa menurut ketiga bidang pekerjaan yg dianjurkan pada ajaran Islam ini, berdasarkan Mama Sempur pekerjaan terbaik merupakan menjadi petani, karena pada pertanian masih ada nilai lebih yg tidak terdapat di pada bidang perdagangan juga perburuhan.

Pada kenyataannya, sebagai petani nir hanya memberikan imbas positif berupa kesuksesan finansial secara langsung. Lebih menurut itu, keberhasilan di sektor pertanian akan sebagai potensi kuat untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Saat ini sektor pertanian mempunyai donasi positif terhadap perekonomian nasional. Dari catatan yang dihimpun, inflasi bahan kuliner (pangan) dari tahun ke tahun terus menurun. Tahun 2014 tercatat nilai inflasi adalah 10,57 persen kemudian menyusut menjadi 4,93 pada tahun 2015.

Tahun selanjutnya (2016) kembali inflasi subsektor bahan makanan menjadi lima,69 %. Kemudian setahun berikutnya, tahun 2017 bahkan penurunan hingga pada angka1,26 persen, & adalah sejarah pertama kali pada tanah air apabila inflasi bahan makanan (pangan) lebih rendah berdasarkan inflasi generik yaitu tiga,61 %.

Menilik pada data tadi, mampu disebut sektor pertanian menyumbang angka perbaikan sisi ekonomi bangsa yg signifikan. Dampak sasarannya tentu saja pada petani yg berbasis pada pedesaan.

Sumber: Situs PBNU

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Mama Sempur: Bertani Adalah Pekerjaan Paling Berkah"