Kisah Sayyidah Khadijah Jadi Pengusaha Paling Sukses

Pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, Allah telah merogoh nyawa sosok wanita paripurna pendamping Nabi, dialah Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid ra. Yang dijuluki ath-Thahirah pada masa jahiliyah, karena kesucian dirinya & kesucian lembaran hidupnya. Penduduk Makkah pun mensifatkannya sebagai penghulu perempuan Quraisy. Sosok wanita yg mempunyai kemuliaan, harta, keteguhan hati, & kecerdasan.

Khadijah ra. Merupakan teladan wanita dalam hal memenuhi kewajiban & taat pada suaminya. Sosok yg bijaksana & berakal cerdas. Dengan ke 2 bibirnya & cahaya pandangannya, dia mengajarkan hakikat segala perkara. Dialah sosok yang meneguhkan hati Nabi & meyakinkannya ketika menerima wahyu pertama menurut Jibril di gua Hira.

Ia banyak membantu Rasulullah SAW semenjak hari pertama bepergian dakwah. Khadijah adalah fakta gembira pertama yang memberitahuakn kebenaran dakwah dan kemenangan agama Islam. Ia melindungi dan mendukung suaminya menggunakan segenap harta, cinta, & kebijaksanaannya. Khadijah menjadi benteng pelindung bagi suaminya, dakwahnya, & jua bagi semua sahabatnya.

Keimanannya yang mendalam, akalnya yg cerdas, cintanya yang berlimpah, dan kewibawaannya yang ditampakkan secara jelas. Khadijah senantiasa berada di samping Nabi. Hingga pengikut dia bertambah bertenaga, jumlah kaum muslimin kian bertambah banyak, dan dakwah tersebar luas dengan pertolongan Allah.

Sosok Jiwa Paripurna Perempuan

Khadijah terkenal pada kalangan penduduk Makkah bukan hanya pada hal ibadah yg berdimensi spiritual, melainkan jua ibadah-ibadah lain yg berdimensi sosial. Sikap terpuji yg selalu diperlihatkannya adalah penghormatan kepada siapapun. Banyak perempuan -wanita penduduk Makkah yang dibantu dan nir pernah direndahkannya, meskipun dia sendiri adalah istri pemimpin umat.

Cara komunikasi yang beliau lakukan pun sangat disesuaikan dengan situasi dan kondisi lawan bicaranya sebagai akibatnya tidak membuat orang lain tersinggung. Khadijah sanggup dinilai menjadi sosok wanita yang menumbuhkan prinsip-prinsip pluralisme di kalangan rakyat Makkah. Hal tersebut ditunjukkan melalui kedermawanannya tanpa memandang status sosial dan agamanya.

Sosok Perempuan Beretos Kerja Tinggi

Etos kerja berkaitan dengan nilai kejiwaan seorang pada melakukan sebuah pekerjaan. Etos kerja pula mempunyai makna nilai moral kerja yang menampakan perilaku & harapan seseorang dalam pekerjaannya. Khadijah merupakan seseorang perempuan yang memiliki komitmen langsung yang tinggi dalam mewujudkan sebuah asa atau hasrat yg diwujudkan dalam bentuk kerja-kerja usaha yang konkret & sukses. Maka tidak heran, apabila ia menjadi perempuan terkaya kala itu.

Sosok Pengusaha Cerdas & Berjiwa Pemimpin

Sayyidati Khadijah menjadi seorang pengusaha perempuan di tengah budaya patriarki bangsa Arab menjadi kenyataan tersendiri. Ia hadir sebagai sosok perempuan yang sangat dikagumi oleh bangsanya dengan karakter yang cerdas, gigih, & terkenal bertangan dingin dalam menangani proyek usaha. Kepiawaian Khadijah dalam mengelola bisnis & kecerdikan pada meilih manajer dagangnya menjadi asal daya manusia handal nir terlepas berdasarkan jiwa kepemimpinannya dalam mengorganisasi bisnis bisnis. Khadijah pada kerajaan bisnisnisnya merupakan sosok pemimpin yg bisa memecahkan banyak sekali macam konflik yang dihadapi.

Sosok Peletak Dasar Wirausaha Muslim

Bagi Khadijah, bekerja dan berusaha, khususnya berwirausaha (berbisnis) merupakan bagian tidak terpisahkan menurut kehidupan dirinya. Dalam berwirausaha beliau sebagai sosok peletak dasar wirausaha seorang muslim. Ia memiliki prinsip-prinsip dalam berbisnis, diantaranya merupakan: Prinsip tauhid sebagai landasan buat membentuk agama dan optimisme dalam berbisnis. Prinsip motivasi menjadi pendorong dan penentu skala prioritas pada berbisnis.

Prinsip niat ibadah menjadi kunci pada setiap tindakan berbisnis buat memperoleh garansi keberhasilan berdasarkan Tuhan. Prinsip amanah menjadi proses usaha yang amanah, transparan dan akuntabel. Prinsip aktualisasi diri untuk memaksimalkan pelayanannya kepada orang lain. Prinsip jiwa bebas buat menentukan berbagai macam pilihan sulit supaya andal pada menghadapi berbagai dilema.

Prinsip hijrah sebagai bentuk motivasi buat senantiasa mengubah taktik pemasaran secara tepat & merubah manajemen yang belum relevan dengan kondisi di lapangan. Prinsip amanah sebagai salah satu istilah kunci kesuksesan berwirausaha. Prinsip silaturrahmi buat meningkatkan ikatan persaudaraan pula membuka peluang usaha baru. & prinsip beramal sebagai bagian integral sikap wirausahawan.

Begitulah sosok paripurna Sayyidati Khadijah yang tergambarkan dalam buku-buku sejarah. Perempuan yang patut dijadikan teladan bagi kalangan perempun muslimah masa kini . Sebagai perempuan pendamping nabi, beliau sudah mengambarkan pada kita bahwa wanita bisa berperan aktif bukan saja wilayah domestik, melainkan pula daerah publik. Perempuan pula mampu berkarir disamping beliau menjadi sosok bunda rumah tangga di pada keluarganya.

Wallahu A?Lam

Sumber: tebuireng.Online

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah Sayyidah Khadijah Jadi Pengusaha Paling Sukses"