Kisah KH. Idris Kamali Tetap Ngajar Walau Kedatangan Presiden

Semua anak didik KH. Idris Kamali setuju bahwa dia merupakan figur guru yg disiplin dan istiqomah. Berbagai pengajian yg telah terpola setiap hari senantiasa dihadiri secara rutin. Jarang sekali pengajian kitab yg dipandu Kiai Idris libur atau diliburkan. Bahkan dalam setahun mampu dihitung dengan jari.

Di antara kedisiplinan (keistiqomahan) dia, sekalipun Pesantren Tebuireng kedatangan tamu, entah itu pejabat atau presiden sekalipun, pengajian tidak diliburkan. Pengajian tetap dilaksanakan misalnya biasa. Suatu ketika Jenderal Nasution tiba ke Tebuireng. Kala itu sempurna pukul 10.00 pagi, bertepatan dengan jadwal pengajian Kiai Idris. Banyak santri yang menduga akan libur lantaran ada tamu agung (pejabat Negara).

Akan tetapi nir, Kiai Idris permanen mengajar di pada masjid. Sedangkan Jenderal Nasution sedang memberikan orasinya di serambi masjid yang berjarak hanya beberapa meter saja berdasarkan loka Kiai Idris mengajar. Hanya saja, pintu dan ventilasi ditutup agar tidak terganggu.

Baca: Kisah KH. Idris Kamali Bertemu Imam Ghazali

Suatu saat, Pak Harto (Presiden Soeharto) jua sempat mengunjungi Pesantren Tebuireng. Pak Harto sempat menyembunyikan perasaannya, karena Kiai Idris Kamali tak meliburkan pengajian rutinnya di serambi masjid ketika Presiden Soeharto mengunjungi Pesantren Tebuireng.

?Siapa itu??, Pak Harto menunjuk ke arah kiai yang anteng, berfokus, & permanen mengajar para santri. Dan tidak sedikitpun terpengaruh oleh kedatangan presiden dan rombongan.

Baca: Biografi KH. Idris Kamali

Begitu juga waktu kedatangan pimpinan DPR pusat Pak Syaikhu, Pak Mudzakkir utusan Bung Karno yg ditugasi keliling Indonesia. Kiai Idris nir bersedia menemui tamu walaupun pejabat negara, apalagi hingga meliburkan pengajiannya. Kalau mereka ingin bertemu dengan Kiai Idris maka dipersilahkan menunggu hingga beliau terselesaikan mengajar.

Suatu waktu, ketika beliau memberi makan hewan-fauna peliharaannya pada makam, terdapat seorang santri yang mendekatinya. Si santri memberi memahami kepada Kiai Idris bahwa ada seseorang tamu pejabat negara yang ingin bertemu dia. Sembari asyik melempar biji-bijian, Kiai Idris menjawab, ?Kalau mau ketemu ya ke sini?.

Tampaknya beliau tidak peduli. Memang, Kiai Idris nir membedakan tamu, entah itu pejabat maupun warga biasa. Semua disamaratakan.

Kiai Idris sedang mengajar

Dalam sejarah pengajian Kiai Idris, pernah diliburkan beberapa kesempatan saja. Di antaranya dalam tahun 1963 waktu Habib Ali Al-Habsyi Kwitang Jakarta, tiba ke Pesantren Tebuireng buat berziarah ke maqbarah (makam) Hadratusyaikh KH.M. Hasyim Asy?Ari. Hanya saat itu sajalah pengajian beliau libur sebab kedatangan tamu.?Besok pagi ngaji libur, lantaran ada tamu agung? Tutur Kiai Idris kepada para santri ketika malam hari.

Esok harinya, pukul 11.00 Habib Ali sahih-benar tiba. Kiai Idris menemui Habib Ali yang sudah dibopong karena usianya yang telah sangat sepuh. Lalu diantar ke maqbarah. Di sana membaca tahlil bersama-sama. Ketika Habib Ali hendak pulang, Kiai Idris ikut mengantarnya hingga pada pintu gerbang.

Beliau sangat sporadis sekali keluar pondok, kecuali kalau terdapat keperluan yg sangat krusial. Seperti undangan walimatul ursy (pesta pernikahan) pada tetangga dekat Pesantren Tebuireng. Juga saat hari raya Idul Fitri, beliau keluar menggunakan naik becak buat silaturrahim menemui KH. Abdul Wahab Hasbullah Tambak Beras & KH. Bisri Syansyuri Denanyar. Selain itu, sporadis sekali dia keluar pondok. Hidupnya hanya di masjid.

Alhasil, Kiai Idris menghormati tamu bukan menurut jabatan yang dipegangnya, melainkan lantaran keluhuran ilmu & ketakwaannya kepada Allah swt. Suatu teladan yg sekarang sporadis kita temui.

Wallahu A?Lam

Sumber: tebuireng.Online

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah KH. Idris Kamali Tetap Ngajar Walau Kedatangan Presiden"