Isyarat Tanggal Wafatnya Mbah Maimoen Dari Jamaah Haji

Ulama sepuh yg jua Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Maimoen Zubair berpulang pada Makkah, Selasa (6/8) dini hari. Ungkapan bela sungkawa mengalir deras berdasarkan para tokoh, mulai dari presiden, pejabat, kiai, sampai warga secara generik.

Umumnya mereka menyimpan kesan dan kenangan tersendiri terhadap sosok kiai kharismatik yang berusia 91 tahun ini. Terlebih orang-orang yang pernah berjumpa langsung dengan Mbah Moen,  seperti cerita dari Shodiqun, calon jamaah haji (Calhaj) asal Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.

Shodiqun berkisah, pertemuannya dengan pengasuh Pesantren Al-Anwar, Karangmangu, Sarang Rembang tadi bermula saat ia diberi keterangan kakaknya, Ahmad Dimyathi yang pula alumni Pesantren Al-Anwar bahwa Kiai Maimoen kini sedang melaksanakan ibadah haji. Shodiqun diminta buat sowan meminta berkah ke hotel pada mana dia menginap.

Atas saran kakaknya ini, Shodiqun berencana sowan kepada Kiai Maimoen bersama Gus Alwi bin KH. Muslih dari Duwok, Tegalrejo, Magelang. Sedianya, mereka akan sowan selepas shalat Jum?At, dua Agustus 2019. Namun, lantaran kemudian lintas yg padat, Gus Alwi tidak bisa sampai ke maktab Kiai Maimoen. Shodiqun pun akhirnya sowan sendirian.

Merasa belum menerima kesempatan, Gus Alwi hanya meminta tolong kepada Shodiqun untuk menanyakan hingga kapan Mbah Moen tinggal di Makkah. Maksud Gus Alwi, lain saat sebelum Mbah Moen meninggalkan Makkah, beliau akan sowan di penginapan ayah menurut wakil gubernur Jawa Tengah tadi.

Setelah hingga di hotel, Shodiqun sudah mendapati beberapa tamu juga sedang sowan. Masing-masing mempunyai kesempatan untuk berbincang pada Kiai Maimoen. Tiba giliran Shodiqun, dia mencoba menyampaikan pesan Gus Alwi buat menanyakan hingga kapan Kiai Maimoen akan tinggal di Makkah.

?Ngapunten, Mbah, mangke wonten mriki dugi kapan njih (maaf, Mbah, tinggal di sini akan sampai kapan, ya)??

Mbah Maimoen dengan tegas menjawab, ?Tekan tanggal limo (sampai lepas lima).?

Shodiqun relatif janggal atas jawaban Kiai Maimoen Zubair ini. Ia berpikir, bagaimana mungkin dia tinggal pada Makkah sampai tanggal lima sedangkan ritual ibadah haji?Apabila dihitung berdasarkan kalender hijriah maupun masehi yg hanya selisih sehari?Akan selesai pada tanggal belasan. Shodiqun hanya husnudhon bahwa yang dimaksud Mbah Moen menggunakan ?Tinggal di sini hingga tanggal 5? Adalah tinggal di pada hotel yang beliau tempati waktu ini, bukan tinggal di Makkah.

Menjelang Subuh, hujan mengguyur kota Makkah. Shodiqun yang berangkat ke Masjidil Haram pun basah kuyup. Baginya cuaca kali ini aneh lantaran terjadi dalam isu terkini panas. ?Saya sempat penasaran dalam hati: terdapat apa ini?? Tuturnya.

Hingga akhirnya, beberapa saat kemudian hati Shodiqun tersentak oleh berita wafatnya Mbah Moen. Di kepalanya pulang terngiang dawuh Mbah Moen ketika di hotel, dan baru sadar bahwa pemahaman Shodiqun meleset. Pada lepas lima Dzulhijjah 1440 H atau 6 Agustus 2019, Mbah Moen memang bukan hanya meninggalkan hotel, akan tetapi juga Makkah, bahkan global menggunakan segenap hiruk pikuknya ini.

Ulama kelahiran 28 Oktober 1928 itu mengembuskan napas terakhir menggunakan tenang pada pukul 04.17 pada Kota Makkah, Arab Saudi. All?Hummaghfir lahu warhamhu wa ??Fihi wa?Fu ?Anhu.

Sumber: bangkitmedia.Com

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Isyarat Tanggal Wafatnya Mbah Maimoen Dari Jamaah Haji"