Godaan Terbesar Orang Berilmu Menurut Imam Al-Ghazali

Ilmu merupakan laksana penerang bagi kehidupan. Dari ilmu itu manusia bisa membedakan perihal kebaikan & keburukan. Sebab ilmu pula seorang manusia bisa mendesain alur hidup yg beliau kehendaki, menuju surga atau neraka. Hidup tanpa dibekali ilmu bak seseorang pendaki yg mendaki gunung tanpa arah dan petunjuk. Sebab itulah Rasulullah memerintahkan kita seluruh buat terus mencari ilmu, tak lekang oleh ruang & waktu. Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam bersabda:

?Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim? (HR. Ibnu Majah)

apabila kita ingin menyandang kehormatan luhur, kemuliaan yang tidak terkikis sang perjalanan malam dan siang, tak lekang oleh pergantian masa & tahun, kewibawaan tanpa kekuasaan, kekayaan tanpa harta, kedigdayaan tanpa senjata, kebangsawanan tanpa keluarga besar , para pendukung tanpa upah, pasukan tanpa gaji, maka kita harus sebagai orang yg berilmu. Terlepas menurut beberapa visi pada atas, yang pasti merupakan ilmu itu akan tak pernah mati dan berguna bagi pemiliknya walaupun sudah meninggalkan dunia. Disebutkan pada hadits:

?Jika seseorang insan mangkat , terputuslah amalnya, kecuali menurut tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yg berdoa untuknya? (HR. Muslim).

Perlu diketahui bahwa hadits tadi menyebutkan ilmu yang bermanfaat yang nir akan terputus amalnya, bukan sekedar ilmu yg dikoleksinya pada hidup. Lantaran bagaimana mungkin sanggup memberi petunjuk pada jalan yg benar apabila engkau sendiri masih merasakan kebingungan yg ditimbulkan sang kegelapan yang mendera jiwamu? Imam Al-Ghazali berpesan dalam karya indahnya ?Ihya Ulumuddin?:

?? ???? ?????? ?? ???? ?????? ??? ???? ?? ????????

Diantara godaan terbesar orang berilmu merupakan lebih senang berbicara daripada mendengarkan

Bukankah manusia diciptakan menggunakan rangkaian 2 pendengaran dan satu lisan? Setidaknya ketika buat mendengarkan mempunyai jatah lebih banyak daripada berbicara. Disinilah letak ujian seorang waktu sudah memiliki ilmu yang relatif banyak. Dalam waktu dan syarat apapun, beliau ingin didengarkan dan diutamakan. Susah buat mendengarkan masukan berdasarkan orang lain, terlebih berdasarkan orang yang dianggapnya lebih sedikit ilmunya. Padahal saat kita bersedia sebagai pendengar yg baik, sesungguhnya ada banyak hal positif yg akan mampu kita dapatkan.

Sumber: tebuireng.Online

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Godaan Terbesar Orang Berilmu Menurut Imam Al-Ghazali"