Tiga Cara Bertobatnya Pelaku Zina Menurut Para Ulama

Pertanyaan:

Assalamu ?Alaikum wr. Wb.

Saya ingin bertanya terkait zina. Sepengetahuan kami, zina adalah dosa besar menggunakan hukuman rajam. Pertanyaan saya, apakah Allah mendapat pertobatan seseorang dari dosa zina? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ?Alaikum wr. Wb,

Jawaban:

Assalamu ?Alaikum wr. Wb.

Penanya yg budiman, semoga Allah swt. Menurunkan rahmat-Nya buat kita seluruh. Sebagaimana diketahui bahwa zina merupakan keliru satu dosa besar yg wajib dijauhi sang umat Islam. Zina adalah perbuatan keji yg dapat merusak banyak hal.

Pertama, seseorang yg terlanjur melakukan zina dianjurkan buat merahasiakan perbuatan kejinya. Ia tidak boleh menceritakan perbuatan keji tadi kepada siapapun. Ia wajib menjaga misteri sebagaimana Allah menjaga aibnya.

Kedua, seorang wajib segera menghentikan perbuatan keji tadi. Dalam arti, beliau harus bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan zina tersebut.

Ketiga, dia wajib bertobat & memohon ampunan berdasarkan Allah swt. Menggunakan hati yang tulus. Demikian disebutkan sang Syekh Ibrahim Al-Baijuri sebagai berikut:

??????? ?????????? ???????? ???? ????????? ?????????? ???? ???????? ????? ????????: ???? ????? ???? ?????? ?????????????? ?????? ?????????????? ???????? ??????? ????????? ??????? ???? ??????? ????? ?????????? ????????? ???????? ???????? ???? ?????????? ???????????????? ??????????? ???????. ???????? ??????? ??????? ????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ????? ???????? ????????

?Pelaku zina & orang yang melakukan maksiat lainnya disunahkan menutupi aib dirinya. Rasulullah saw. Bersabda, ?Siapa yg melakukan perbuatan keji, hendaklah menutupi (aib) dirinya dengan tutupan Allah swt. Sedangkan orang yang menampakkan ?Muka?-nya pada hadapan kami, niscaya kami akan menegakkan hudud (hukuman) baginya,? HR. Al-Hakim & Al-Baihaqi menggunakan sanad yg baik. Ia juga disunahkan buat bertobat atas dosanya pada Allah. Allah akan menerima pertobatannya jika mengikhlaskan niatnya,? (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri, jus II, hal. 430).

Keterangan ini kentara menyebutkan bahwa Allah swt. Akan mendapat pertobatan seorang atas perbuatan zina. Sedangkan pengakuan atas perbuatan zina pada depan umum merupakan tindakan yang menyalahi anjuran. Pasalnya, kepercayaan justru menganjurkan pelaku zina buat merahasiakannya.

Adapun menceritakan perbuatan zina kepada orang lain adalah perbuatan haram lantaran hal ini merupakan tindakan tercela dan suatu waktu dapat mendatangkan mafsadat sebagai disinggung M Al-Khatib bin Syarbini berikut adalah:

???????? ???? ?? ???? ???? ??????? ? ???? ?????? ??? ????? ????? ???? ??????? ??????? ???

?Upaya pengakuan maksiat (zina) supaya dikenakan sanksi hudud atau takzir menyalahi anjuran agama. Sedangkan bicara (mengakui) maksiat tersebut menggunakan bergurau kentara haram dari hadits tersebut,? (Lihat M Khatib bin Syarbini, Mughnil Muhtaj, juz IV, hal. 195).

Penulis buku At-Tamhid Ibnu Abdil Bar, keliru seseorang pemuka Madzhab Maliki menyatakan bahwa seorang Muslim yang melakukan perbuatan keji (fahisyah) harus merahasiakan perbuatan kejinya, & merahasiakan aib orang lain.

Menurutnya, perintah untuk merahasiakan perbuatan keji bukan perintah sunah seperti pandangan Madzhab Syafi?I, namun merupakan perintah harus sebagai fakta Muhammad bin Yusuf bin Abil Qasim Al-Abdari penulis Kitab At-Taj wal Iklil li Mukhtashar Khalil:

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ أَصَابَ مِنْ مِثْلِ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ  قَالَ فِي التَّمْهِيدِ : فِي هَذَا الْحَدِيثِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ السِّتْرَ وَاجِبٌ عَلَى الْمُسْلِمِ فِي خَاصَّةِ نَفْسِهِ إذَا أَتَى فَاحِشَةً ، وَوَاجِبُ ذَلِكَ أَيْضًا فِي غَيْرِهِ

?Rasulullah saw. Bersabda, ?Barang siapa yang melakukan sesuatu menurut yang semisal perbuatan yg keji, maka hendaknya dia merahasiakannya dengan tutupan Allah.? Dalam Kitab At-Tamhid, Ibnu Abdil Barr mengatakan bahwa hadits ini menampakan bahwa saat seorang Muslim melakukan perbuatan yang keji wajib baginya menutupinya, & begitu jua menutupi orang lain,? (Lihat Muhammad bin Yusuf bin Abil Qasim Al-Abdari, At-Taj wal Iklil li Mukhtashar Khalil, juz VI hal. 166).

Dari berbagai fakta pada atas, kita dapat menyimpulkan bahwa zina adalah sebuah perbuatan keji yg wajib dijauhi. Seorang Muslim yang terlanjur melakukannya dianjurkan segera bertobat & tidak akan mengulangi perbuatan kejinya tersebut.

Selain itu, pelaku zina, orang yang terlanjur berbuat keji, & orang yg mengetahui siapa saja yang melakukan perbuatan keji itu diharuskan buat merahasiakan aib orang-orang tersebut.

Zina adalah dosa akbar yang bisa diterima pertobatannya. Meskipun demikian, kemungkinan penerimaan pertobatan nir mengurangi kadar keji perbuatan zina ini di hadapan Allah swt.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami menggunakan baik. Kami selalu terbuka dalam mendapat kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahu A?Lam

Sumber: Situs PBNU

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Tiga Cara Bertobatnya Pelaku Zina Menurut Para Ulama"