Kisah Gus Dur Muda Mengejar Pencuri Di Pondok

Salah satu kiai sepuh NU Jawa Barat KH. Afandi Abdul Muin Syafi?I yang akrab disapa Abah Afandi, berpulang ke rahmatullah, Rabu (13/7/2016) dalam usia 78 tahun. Abah Afandi pernah menuntut ilmu di sejumlah pesantren keliru satunya di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang mulai tahun 1953 sampai tahun 1962. Sebelum wafat, Abah Afandi merupakan Pengasuh Pesantren Asy-Syafi'iyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat.

Di antara teman yang akrab dengan Abah Afandi sewaktu mondok di Tambakberas merupakan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Saat itu Gus Dur ikut pamannya yang bernama Mbah KH. Fattah Hasyim Idris (Kyai sepuh pesantren Tambakberas waktu itu).

Di tengah malam, lebih kurang pukul 23.00, Abah Afandi acapkali diajak sang Gus Dur ngopi pada loka (warung) yang relatif jauh & berada pada luar area pondok pesantren. Pulang kembali ke Pondok sekitar pukul 01.00 dini hari.

Suatu saat, sepulang dari ngopi dan sudah sampai pada area pondok, Abah Afandi melihat terdapat sesuatu yang mencurigakan. Dia mengungkapkan pada Gus Dur: ?Gus, terdapat dua orang lebih pada sana. Sepertinya pencuri mau memanjat pagar pondok, sampean kejar Gus?.

Gus Dur menjawab dengan santai: ?Sampean saja yang mengejar?. Saling menyuruh atau meminta siapa yang di depan ini berlangsung berulang-ulang, suara pun semakin keras diantara keduanya, hingga dalam akhirnya oleh pencuri memahami ada orang, dan melarikan diri.

Gus Dur pun tertawa terkekeh-kekeh, sambil bilang: ?Nah praktis kan, cara ngusir malingnya??. Daripada kita berdua mendekat, jadi babak belur, mendingan kita bisik-bisik yang kencang, maling dengar, jadi kabur, kita pun nir perlu di tengah malam teriak kencang ?Maling-maling? Yang ganggu orang poly,? Ujar Gus Dur dengan tawa khasnya.

Sepulang Gus Dur berkelana berdasarkan pada Timur Tengah, persahabatan antara Abah Afandi & Gus Dur balik terjalin akrab, Gus Dur seringkali mengunjungi Abah Afandi di Indramayu. Begitu juga kebalikannya, Abah Afandi tak jarang ke Jakarta menemui Gus Dur. Hal itu berlangsung hingga Gus Dur menjadi Ketua Umum PBNU.

Waktu Gus Dur berangkat di Muktamar Ke-28 NU pada Krapyak, Yogyakarta, Gus Dur sempat menginap di rumah Abah Afandi selama 2 hari. Gus Dur pun mengajak Abah Afandi buat turut menghadiri Muktamar di Yogya itu, tapi Abah Afandi menolak menggunakan bahasa: ?Gus, kulo mboten pantes, kulo namung kiai kampung, (Gus, saya nir pantas, saya hanya kiai kampung),? Kata Abah Afandi.

Bahkan, waktu Gus Dur tiga periode menjadi Ketua Umum PBNU, Abah Afandi pernah beberapa kali diminta oleh Gus Dur untuk dimasukkan ke jajaran kepengurusan pada NU sentra itu, tapi lagi-lagi Abah Afandi menolak: ?Saya tidak pantas masuk jadi pengurus PBNU Gus, saya ini bukan orang pandai ,? Tuturnya.

Termasuk saat Gus Dur mendirikan partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tahun 1999, Abah Afandi diminta oleh Gus Dur buat masuk jajaran pengurus pusat PKB, tetapi Abah Afandi lagi-lagi menolak dengan bahasa halus dan rendah hati.

Gus Dur dan Abah Afandi

Setengah abad lalu, dalam tahun 2000, Gus Dur sudah berada pada Istana Negara. Gus Dur menerima Amanat sebagai Presiden Ke-4 RI. Sebagai Presiden, namun Gus Dur nir lupa atau melupakan teman-temannya sewaktu belia dulu.

Beberapa teman diundang untuk berkenan tiba pada Istana Negara. Diantara mereka merupakan Abah Afandi. Awalnya Abah Afandi menolak, ketika diundang Gus Dur ke istana. Beliau merasa hanya ?Orang cilik?, demikian tawadhu?Nya. Padahal poly orang (kalangan pesantren) yg sebelumnya nir kenal dengan Gus Dur, namun mendadak seringkali ke istana waktu Gus Dur menjabat Presiden.

Karena diundang berulang-ulang, akhirnya pada suatu saat, Abah Afandi mau juga diundang ke istana presiden oleh Gus Dur.  Ketika Abah Afandi tiba di Istana Negara, di hadapan banyak tamu penting, Gus Dur memperkenalkan kepada mereka.

?Ini, Kiai Afandi Indramayu, sahabat saya nggudak (ngejar) maling saat mondok di Tambakberas,? Gus Dur.

Bahkan oleh Gus Dur, Abah Afandi pernah diminta sebagai imam shalat berjamaah Maghrib di masjidiIstana presiden menggunakan para menteri. Saksi yang masih hidup perihal kedekatan Abah Afandi & Gus Dur adalah KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) & KH. Said Aqil Siroj. Demikian persahabatan Abah Afandi & Gus Dur yg saling menghormati, saling rendah hati, sampai keduanya menghadap Allah SWT.

Ditulis sang KH. Abdul Nashir Fattah, Rais PCNU Jombang, Pengasuh Pesantren Al-Fathimiyah Tambakberas.

Wallahu A?Lam

Sumber: Situs PBNU

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah Gus Dur Muda Mengejar Pencuri Di Pondok"