Kisah Besarnya Kecintaan Habib Ali Kwitang Kepada Ibundanya

Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi atau lebih dikenal Habib Ali Kwitang adalah orang yg sangat berbakti kepada orang tuanya. Salah satu perilaku berbakti Habib Ali Kwitang adalah selalu datang saat ibundanya memanggilnya, apapun kondisinya. Dikisahkan, dalam saat Habib Ali Kwitang mengajar siswa-siswa di majelisnya, ibundanya, Nyai Salmah, tiba-datang memanggilnya buat diantarkan ke kamar mandi. Habib Ali Kwitang kemudian meminta biar kepada para jamaahnya dan langsung menemui ibundanya.

Dia lalu menggendong ibundanya ke kamar mandi sampai balik ke kamarnya lagi. Setelah ?Urusannya? Dengan ibundanya terselesaikan, Habib Ali Kwitang baru melanjutkan mengajar anak didik-muridnya. Kejadian seperti ini nir hanya terjadi sekali atau dua kali, namun berkali-kali selama ibundanya hidup.

?Dan itu berlangsung selama ibunya masih ada,? Istilah Kolektor Arsip Habib Ali Kwitang Anto Jibril saat mengisi acara Kajian Manuskrip Ulama Nusantara yang diselenggarakan Islam Nusantara Center (INC) pada Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Anto Jibril menceritakan, dalam kesempatan lain Habib Ali Kwitang pernah diundang untuk menaruh ?Sebuah pedagogi? Pada Singapura. Ketika itu Habib Ali Kwitang hendak meminta biar kepada ibundanya, Nyai Salmah, untuk menghadiri undangan tadi. Tetapi ibundanya tertidur. Lantaran takut ketinggalan, maka Habib Ali Kwitang pribadi naik kapal di Tanjung Priok dan ikut berlayar ke Singapura.

Presiden Soekarno bersama Habib Ali Kwitang

Beberapa ketika sehabis itu, lanjut Anto, Nyai Salmah terbangun & bertanya kepada Syarifah Aisyah Assegaf -istri Habib Ali Kwitang- mengenai eksistensi anaknya. Maka dijawab kalau Habib Ali Kwitang sedang pada perjalanan ke Singapura untuk menghadiri undangan. Karena anaknya tidak kunjung pulang sampai sore hari, Nyai Salmah kemudian meminta Habib Ali Kwitang buat segera pulang.

?Sorenya (Nyai Salmah) tanya lagi, mana Habib Ali? Mungkin karena ibunya sudah sepuh, menyangka jikalau Singapura itu Tanah Abang mungkin. Jadi kata Nyai Salmah pada menantunya, 'bilang sama Ali, pergi,? Katanya.

Nyai Salmah kemudian langsung mengirim telegram kepada panitia agar Habib Ali Kwitang diminta buat segera pulang. Ketika Habib Ali Kwitang turun menurut kapal di pelabuhan Singapura, panitia memberitahu bila terdapat telegram dari ibudanya yg menyuruhnya pulang. Seketika itu jua, Habib Ali Kwitang pribadi meminta tiket pergi ke Batavia (Jakarta). Tidak jadi menghadiri undangan di Singapura.

?Jadi Habib Ali itu sangat cinta pada ibunya. Habib Ali jika buka buku tentang bakti kepada orang tua, (beliau) nangis dan yg mendengarkan pula nangis,? Kentara Anto Jibril

Sumber: Situs PBNU

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah Besarnya Kecintaan Habib Ali Kwitang Kepada Ibundanya"