Kisah Virus Menular (Wabah Penyakit) Pada Masa Nabi

Dari Abu Hurairah beliau mengungkapkan; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Di jalan-jalan masuk ke kota Madinah ada Malaikat pengawal, sehingga bahaya endemi & bahaya Dajjal, tidak dapat masuk ke kota itu." (HR. Muslim)

Dari Jabir bin Abdullah ia menyampaikan; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tutuplah bejana-bejana, & ikatlah tempat-loka minuman, karena di suatu malam pada setiap tahunnya akan ada wabah penyakit (berbahaya) yang akan jatuh ke pada bejana dan ke tempat-tempat air yang tidak tertutup." Dan sudah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali Al Jahdlami; Telah menceritakan kepadaku Bapakku; Telah menceritakan kepada kami Laits bin Sa'd dengan Hadits & sanad yg serupa, hanya saja beliau mengatakan menggunakan kalimat 'Karena di suatu hari dalam setiap tahunnya akan ada wabah penyakit'. Dia pula menambahkan pada akhir Haditsnya; Al laits menyampaikan; 'Orang-orang 'Ajam (selain orang arab) diantara kami merasa takut pada hal itu sejak bulan pertama.' (HR. Muslim)

Dari Amir bin Sa'ad bin Abu Waqqash menurut bapaknya bahwa beliau mendengarnya bertanya kepada Usamah bin Zaid 'Apa yang engkau dengar berdasarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengenai penyakit Tha'un? ' Jawab Usamah; 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tha'un (wabah penyakit) adalah semacam azab (siksaan) yang diturunkan Allah kepada Bani Israil atau pada umat yang sebelum kamu. Maka jika kamu mendengar penyakit tha'un berjangkit pada suatu negeri, janganlah kamu tiba ke negeri itu. Dan apabila penyakit itu berjangkit pada negeri loka kamu berada, janganlah engkau keluar menurut negeri itu buat melarikan diri dari padanya.? (HR. Muslim)

Dari Amir bin Sa'd bin Abu Waqqash dari Usamah bin Zaid beliau mengatakan; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tha'un (penyakit menular/endemi corona) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala buat menguji hamba-hamba-Nya berdasarkan kalangan insan. Maka bila engkau mendengar penyakit itu berjangkit pada suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan bila endemi itu berjangkit di negeri tempat engkau berada, jangan juga kamu lari daripadanya." Dan Hadits Qutaibah seperti itu pula. (HR. Muslim)

Dari Amir bin Sa'd dari Usamah dia mengungkapkan; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Penyakit Tha'un ini adalah suatu peringatan Allah yg ditimpakan kepada umat sebelum kalian atau pada Bani Israil. Maka bila wabah itu berjangkit di negeri tempat engkau berada, janganlah engkau keluar lari daripadanya. Dan jika penyakit itu berjangkit pada suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu?. (HR. Muslim)

Baca: Kumpulan Hadits Tentang Virus Menular (Wabah Penyakit)

Seseorang bertanya pada Sa'ad bin Abi Waqqash mengenai penyakit Tha'un. Maka kemudian Usamah bin Zaid mengungkapkan; Akan saya ceritakan kepadamu mengenai penyakit itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Penyakit Tha'un ini merupakan azab atau suatu peringatan yg Allah kirimkan kepada sekelompok umat menurut kalangan Bani Israil atau umat sebelum kalian. Maka bila engkau mendengar endemi itu berjangkit di suatu negeri, janganlah engkau masuk ke negeri itu. Dan jika wabah itu berjangkit di negeri tempat kalian berada, janganlah kalian keluar lari menurut padanya." Dan sudah menceritakan pada kami Abu Ar Rabi' Sulaiman bin Dawud & Qutaibah bin Sa'id keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Zaid; Demikian juga diriwayatkan menurut jalur lainnya, Dan sudah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah keduanya menurut Amru bin Dinar menggunakan sanad Ibnu Juraij dengan Hadits yang serupa. (HR. Muslim)

Dari Usamah bin Zaid menurut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dia bersabda: "Wabah penyakit ini merupakan sebuah azab (peringatan), yg dengannya Allah membinasakan sebagian umat sebelum kalian dan sisanya terdapat dimuka bumi, terkadang datang & terkadang pulang. Bila terdengar ada di suatu loka maka janganlah kalian mendatanginya. Dan jika terjadi pada suatu loka sedangkan beliau terdapat di situ maka janganlah kalian menyuruhnya keluar dari loka itu." Dan sudah menceritakannya pada kami Abu Kamil Al Jahdari; Telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahid yaitu Ibnu Ziyad; Telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri melalui jalur Yunus dengan Hadits yg serupa. (HR. Muslim)

Dari Syu'bah menurut Habib dia menyampaikan; Ketika kami sedang berada pada Madinah, datang-datang hingga kepadaku liputan bahwa wabah Tha'un sedang berjangkit pada Kufah. Maka Atha bin Yasar dan yang lainnya mengungkapkan kepadaku; 'Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Jika engkau berada di suatu loka dan wabah tadi ada pada dalamnya, maka janganlah kamu keluar darinya. Dan apabila engkau mendengar endemi tersebut ada di suatu loka, maka janganlah kamu mendatangi tempat itu." Aku bertanya; menurut siapa engkau dapat warta tadi? Mereka menjawab; 'Dari Amir bin Sa'ad. Aku mengungkapkan; Aku akan menemuinya. Mereka berkata; 'Dia sedang nir terdapat.' Maka saya menemui saudaranya, Ibrahim bin Sa'ad. Lalu aku tanyakan kepadanya, & beliau menjawab; 'Aku melihat Usamah bercerita pada Sa'ad seraya berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Penyakit Tha'un ini adalah azab atau suatu peringatan, atau residu dari azab yg dengannya Allah menyiksa sekelompok umat sebelum kalian. Maka bila kamu mendengar endemi itu berjangkit di suatu negeri, & kamu berada di dalamnya, janganlah kamu keluar darinya. Dan jika wabah itu berjangkit di suatu negeri, maka janganlah kalian mendatanginya." Habib menyampaikan; Aku tanyakan kepada Ibrahim; Apakah engkau mendengar Usamah mengatakannya kepada Sa'ad & dia tidak mengingkarinya? Ibrahim menjawab; 'Ya.'

Dari Abdullah bin Abbas bahwa dalam suatu ketika Umar bin Khaththab pulang ke Syam. Setelah sampai pada Saragh, pimpinan tentara tiba menyambutnya. Antara lain terdapat Abu Ubaidah bin Jarrah & para sahabat yang lain. Mereka mengabarkan pada Umar bahwa wabah penyakit sedang berjangkit di Syam. Ibnu Abbas menyampaikan; Umar mengatakan; 'Panggil ke sini para pendahulu dari orang-orang Muhajirin!' Maka kupanggil mereka, kemudian Umar bermusyawarah menggunakan mereka. Kata Umar; 'Wabah penyakit sedang berjangkit pada Syam. Bagaimana pendapat kalian?' Mereka berbeda pendapat. Sebagian menyampaikan pada Umar; 'Anda telah keluar buat suatu urusan krusial. Karena itu kami beropini, tidak selayaknya Anda akan pergi begitu saja.' Sebagian yang lain mengungkapkan; 'Anda tiba membawa suatu rombongan akbar, yg disana terdapat para teman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Kami nir sependapat jika Anda menghadapkan mereka kepada wabah ini.' Kata Umar; 'Pergilah kalian berdasarkan sini!' Kemudian Umar menyampaikan lagi; 'Panggil ke sini orang-orang Anshar!' Maka saya memanggil mereka kemudian Umar bermusyawarah menggunakan mereka. Ternyata kebijaksanaan mereka sama menggunakan orang-orang Muhajirin. Mereka berbeda pendapat misalnya orang-orang Muhajirin. Maka istilah Umar; 'Pergilah kalian dari sini!' Kata Umar selanjutnya; 'Panggil ke sini pemimpin-pemimpin Quraisy yang hijrah sebelum penaklukan Makkah!' Maka aku memanggil mereka. Ternyata mereka semuanya sependapat, tidak ada perbedaan. Kata mereka; 'Kami beropini, sebaiknya Anda pulang saja kembali bersama rombongan Anda dan jangan menghadapkan mereka kepada endemi ini. Lalu Umar menyerukan kepada rombongannya; 'Besok pagi-pagi saya akan balik pulang. Lantaran itu bersiap-siaplah kalian!' Abu Ubaidah bin Jarrah bertanya; 'Apakah kita hendak lari dari takdir Allah?' Jawab Umar; 'Mengapa engkau bertanya demikian hai Abu Ubaidah? Agaknya Umar nir mau berdebat dengannya. Dia menjawab; ?Ya, kita lari dari takdir Allah kepada takdir Allah. Bagaimana pendapatmu, andai kata kamu mempunyai seekor unta, kemudian engkau turun ke lembah yg mempunyai 2 sisi. Yang satu subur dan yg lain tandus. Bukanlah apabila kamu menggembalakannya pada tempat yg subur, engkau menggembala dengan takdir Allah juga, dan jika engkau menggembala pada tempat tandus kamu menggembala dengan takdir Allah? ' Tiba-tiba datang Abdurrahman bin Auf yg sejak tadi belum hadir lantaran suatu urusan. Lalu dia mengungkapkan; 'Aku mengerti kasus ini. Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Apabila kamu mendengar endemi berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu datangi negeri itu. Dan bila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, maka janganlah keluar menurut negeri itu karena hendak melarikan diri.' Ibnu Abbas menyampaikan; 'Umar bin Khaththab kemudian mengucapkan puji syukur pada Allah, sehabis itu beliau pulang.' (HR. Muslim)

Dari Abdullah bin Amir bin Rabi'ah bahwa "Pada suatu ketika Umar bin Khaththab pergi ke Syam. Setelah hingga di Saragh, beliau mendengar bahwa endemi penyakit sedang berjangkit di Syam. Maka Abdurrahman bin Auf mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sudah bersabda: 'Jika kamu mendengar wabah berjangkit pada suatu negeri, maka janganlah engkau datangi negeri itu. Dan bila endemi itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, janganlah kamu keluar dari negeri itu lantaran hendak melarikan diri darinya.' Maka Umar pun pulang berdasarkan Saragh. Dan menurut Ibnu Syihab menurut Salim bin Abdullah; bahwa Umar pulang beserta orang-orang selesainya mendengar Hadits Abdurrahman bin Auf. (HR. Muslim)

Wallahu A?Lam

Oleh: Saifur Ashaqi

Sumber: Kitab Sahih Muslim (Lidwa Pustaka)

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah Virus Menular (Wabah Penyakit) Pada Masa Nabi"