Kisah Romantisme Nabi dan Sayyidah Aisyah

Aisyah mengatakan; ?Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mendahuluiku (pada lomba lari), akan tetapi kemudian saya mendahuluinya.? (HR. Ahmad)

Aisyah menyampaikan; "Saya berlomba lari bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam & aku berhasil mendahului dia." (HR. Ahmad)

Aisyah mengungkapkan; "Aku pernah berlomba lari menggunakan Nabi shallaallahu 'alaihi wasallam dan saya berhasil mendahuluinya." (HR. Ahmad)

Aisyah mengungkapkan; "Nabi shallaallahu 'alaihi wasallam pernah mengajakku buat berlomba lari & saya berhasil mendahuluinya." (HR. Ahmad)

Aisyah mengatakan; "Saya pergi beserta Nabi shallaallahu 'alaihi wasallam dalam keliru satu perjalanannya sementara saya saat itu wanita yang kurus dan nir gemuk badannya. Beliau menyampaikan pada orang-orang; 'Majulah!' mereka pun maju. Beliau mengungkapkan kepadaku; 'Kemarilah kepadaku, saya akan mengajakmu lomba berlari dan saya akan memenanginya, aku akan memenanginya.' Beliau mendiamkanku hingga saat aku membawa daging dan tubuhku menjadi gempal, saya lupa bahwa aku pernah keluar beserta dia dalam galat satu perjalanannya lalu beliau menuturkan pada orang-orang; 'Majulah.' Mereka pun maju. Lalu dia menyampaikan; 'Kemarilah, hingga saya mengajakmu lomba lari.' Awalnya saya mendahului dia, tapi kemudian beliau mendahuluiku sehingga menciptakan beliau tertawa dan menyampaikan; 'Ini menggunakan itu'."(HR. Ahmad)

Dari Aisyah, bahwa ia pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, beliau mengungkapkan; lalu aku berlomba dengan dia, lalu saya mendahului dia menggunakan berjalan kaki. Kemudian setelah aku gemuk, aku berlomba (lagi) menggunakan dia lalu dia mendahuluiku. Beliau menyampaikan: "Ini menggantikan kekalahan dalam perlombaan terdahulu." (HR. Abu Dawud)

Dari Mansur bin Shafiyah bahwa ibunya menceritakan kepadanya, bahwa Aisyah menceritakan kepadanya, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyandarkan badannya pada pangkuanku membaca Al-Qur'an, padahal ketika itu saya sedang haid." (HR. Bukhari)

Aisyah mengungkapkan,: Ketika Rasulullah saw. Pada keadaan sakit dan meminta udzur buat giliran tinggal dengan istri-istrinya (dia bertanya): "dimana saya hari ini & dimana kesokannya?", ketika itu rupanya beliau menginginkan berlama-usang berada pada giliran Aisyah. Saat beliau giliran pada rumahku, Allah mencabut nyawa dia yang berada pada dekapan dadaku & pangkuanku, lalu beliau dikebumikan di rumahkudanquot;. (HR. Bukhari)

Dari Abbad bin Abdullah bin Zubair bahwa Aisyah mengabarkan kepadanya; beliau mendengar Rasulullah saw. Menyampaikan sebelum beliau wafat di pangkuan Aisyah dan beliau pun mendengar ucapan beliau; "Ya Allah, ampunilah aku , berikanlah rahmat kepadaku dan pertemukanlah aku menggunakan kekasihku!". (HR. Bukhari)

Aisyah istri Nabi saw. Berkata; ?Ketika Rasulullah saw. Berada pada keadaan sehat wal afiat, dia pernah bersabda: 'Sesungguhnya seorang nabi tidaklah diwafatkan sampai diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga kemudian ia dipersilahkan buat memilih.' Aisyah mengatakan; ?Ketika malaikat pencabut nyawa tiba kepada Rasulullah, sementara kepala beliau berada pada pangkuanku, maka Rasulullah pingsan beberapa ketika. Tak lama kemudian beliau sadar kembali. Setelah itu, beliau menatap pandangannya ke atas sembari mengucapkan: ?Ya Allah, pertemukanlah saya dengan kekasihku, Allah Yang Maha Tinggi!'. Aisyah menyampaikan; ?Dengan demikian, Rasulullah saw. Tidak memilih buat hidup Iebih lama lagi bersama kami?. Aisyah pernah mengatakan; ?Saya teringat ucapan yang pernah beliau sampaikan pada kami saat beliau masih sehat; ?Itulah kata-istilah terakhir yg pernah dia ucapkan, yaitu: 'Ya Allah, pertemukanlah aku menggunakan kekasihku Yang Maha Tinggi'.? (HR. Bukhari)

Dari Aisyah, bahwa dia menyampaikan, "Rasulullah saw. Bersandar (dengan kepalanya) pada pangkuanku, sedangkan aku dalam keadaan sedang haid, maka dia membaca Al-Qur'an." (HR. Muslim)

Dari Aisyah, beliau menyampaikan; ?Jika Rasulullah saw. Ingin mengetahui jadwal gilirannya, maka dia akan bertanya, 'Hari ini aku wajib di istri yang mana & besok pada istri yg mana?'. Beliau menanyakan hal itu karena beliau ingin berIama-lama menggunakan Aisyah.' Aisyah berkata; 'Dan dalam waktu giliranku, Allah mencabut nyawa dia waktu dia berada pada pangkuanku." (HR. Muslim)

Wallahu A?Lam

Oleh: Saifur Ashaqi

Sumber: Kitab Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Musnad Ahmad dan Sunan Abi Dawud (Lidwa Pustaka)

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah Romantisme Nabi dan Sayyidah Aisyah"