Kisah Nabi Khidir Menemui Adipati Kerajaan Majapahit

????? ??? ?? ???? ???? ???????? ??????? ???? ?? ?? ??? ??? ???? ????? ?? ????? ???? ???? ????? ?? ???? ??? ??? ?? ???? ???? ??? ????? ?????? ??? ???

Berkenaan dengan makam tua yg baru saja diketemukan sang Moch Dofar (Pekerja dimakam Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i) di dekat makam Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i pada wilayah Trikora 4, Bintan, berikut inilah penjelasannya:

Dahulu, wilayah ini dipimpin oleh seorang Jendral Cina. Setelah wilayah ini ditaklukkan sang Maha Patih Gajah Mada, sang jendral permanen diberi izin buat memerintah daerah yang penuh kondusif hening ini. Saat itu, loka ini adalah sebuah pasar besar yang poly pertokoan, hiruk-pikuk perdagangan yang tiada henti, layaknya sebuah Pelabuhan Internasional. Dan semua orang mengenal siapa adanya seseorang ulama akbar yg bernama Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i.

Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i terkenal sebagai Tokoh Lintas Agama, seorang tokoh pemersatu rakyat. Semua orang hormat pada dia. Semua orang suka dalam beliau. Semua orang membutuhkan beliau. Termasuk sang pemimpin wilayah ini, dialah sang Jendral Cina tadi. Walaupun saat itu oleh jendral ini masih menganut kepercayaan Budha.

Sang jendral Cina ini menerima agama dari Sang Maha Patih Gajah Mada Majapahit, buat permanen sebagai Adipati Uban wilayah ini (Uban dari berdasarkan Abwan, yang berarti tokoh yang dikultuskan). Dan oleh jendral Cina ini sangat salut dalam kebijakan Majapahit & beliau pun mempertahankan tempat ini atas kebijaksanaan kerajaan Majapahit.

Dan menggunakan dipilihnya dia menjadi pemimpin daerah ini, terciptalah suasana kondusif dan damai, karena dia memerintah menggunakan sangat adil & bijaksana. Walaupun beliau waktu itu masih menganut kepercayaan Budha, namun rasa hormat dan ta'dzimnya kepada Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i sungguh luar biasa. Wibawa Syekh Baba ini memang luar biasa, jangankan insan biasa, makhluk gaib pun menurut bangsa Jin dan Syetan pun turut merasakannya -tidak sanggup menembus diri langsung Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i radius beberapa ratus meter.

Perasaan hormat dan ta'dzim yang dirasakan sang oleh jendral Adipati daerah ini kepada Syekh Baba menciptakan beliau sering larut dalam tangis hingga berhari-hari. Dalam hati beliau mengatakan, "Aku ini seseorang jendral perang penguasa daerah ini. Tapi mengapa ya aku kok merasa sangat takut pada Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i? Mendengar namanya saja aku merasa gemetar, apalagi apabila saya berhadapan menggunakan dia. Aku merasa seakan-akan badanku lemas tak bertulang. Dan anehnya, seluruh orang dari agama apa pun senang dan tunduk dalam dia, termasuk akudanquot;.

Sang Jendral ini kemudian teringat dalam pesan menurut Maha Patih Gajah Mada: "Kamu memimpin disini, jangan memandang rendah kepercayaan lain. Junjunglah siapa-siapa yg ditokohkan oleh lingkungannya menurut agamanya. Pimpinlah rakyat agar masyarakatnya selalu sejalan seirama".

Syahdan, pada suatu malam yang damai, saat itu oleh jendral malah pecah tangis yg luar biasa. Dan datang-datang saja ada seseorang tamu yg nir diundang nongol pada hadapan sang Jendral. Sang tamu ini lalu bertanya, "Wahai jendral, kamu kok menangis terus berhari-hari ini mengapa, ada apa?"

Masih larut pada tangisannya, sang jendral menjawab pertanyaan tamunya itu, "Aku ini wajib bagaimana menggunakan Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i ? Bantulah aku , wahai tamuku. Kedatanganmu ini benar-benar pada saat yg tepat, walaupun kamu datang pada tengah malam seperti inidanquot;.

Si tamu misterius ini lalu menjawab, "Ikutilah apa yg aku ucapkan. Dan besok engkau ceritakan kedatanganku ini kepada Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-idanquot;.

Sang tamu tersebut kemudian menuntun sang jendral mengucapkan 2 Kalimah Syahadat, & pribadi hilang berdasarkan pandangan oleh jendral. Tak pelak lagi, oleh jendral sangat terperanjat, kaget setengah tewas. "Mimpikah aku ? Siapa tamu yg berjubah hitam barusan ini? Kemana orangnya? Kok hilang begitu saja?"

Dengan rasa bertanya-tanya yg menggunung, oleh jendral mencari kesana-kemari sosok yg barusan menjadi tamunya tersebut. Beliau kelilingi rumahnya yang besar & megah (maklum, dia adalah seseorang penguasa daerah ini), setiap lorong & setiap tempat, dia cermati buat menemukan eksistensi si tamu misterius yang menggunakan jubah hitam itu. Hingga sampai pagi dia terus mencari keberadaannya, tetapi sosok tadi tak kunjung dapat diketemukannya.

Bahkan setiap jumpa dengan abdi dalem maupun pengawal penjaga tempat tinggal beliau ini, beliau tanya, namun seluruh menggeleng. Dan akhirnya dia pada pagi hari itu tetapkan buat mendatangi kediaman (rumah) Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i.

Anehnya, oleh Syekh Baba nampaknya sudah bersiap sedia menyambut oleh Jendral, seakan beliau mengetahui sebelumnya, bakal kedatangan sang jendral ini ke kediamannya.

Setelah dipersilahkan masuk ke dalam tempat tinggal & dipersilahkan duduk, seakan-akan tidak sabar, oleh jendral ini langsung mengutarakan maksud kedatangannya, sepagi itu bertamu ke rumah Syekh Baba. "Baba, kamu adalah tetua kami seluruh disini. Menurut Baba, sesuai dengan wasiat Maha Patih Gajah Mada tempo hari, & aku telah berupaya melaksanakan sebaik-baiknya pesannya tadi, adakah kekeliruanku pada memimpin rakyat disini, Baba?. Dan saya kesini lantaran ingin mencari & menanyakan perihal tamu saya tersebut malam. Baba, adakah dia disini, Baba?".

Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i menjawab menggunakan lembut, "Sejak tersebut malam sampai kini saya belum terdapat tamu, Jendraldanquot;.

Kemudian Syekh Baba balas bertanya, "Kok jendral sangat penasaran menggunakan tamunya sendiri. Emangnya ada apa, wahai Jendral?"

Akhirnya sang jendral terpaksa harus berterus-terang, "Wahai Baba, sebenarnya telah berhari-hari ini, saya sangat ingin berjumpa dengan Baba. Dan aku membuat malu menceritakan ini, & izinkan aku akan bercerita banyak, Baba. Tapi intinya adalah, tamu saya tersebut malam menuntun aku membaca kalimah seperti ini, Baba, Asy-hadu an laa ilaaha illalloh wa asy-hadu anna muhammadan rosululloh, & juga tamu tersebut berpesan agar saya melapor hal ini kepada Babadanquot;.

Tetap dengan sikap yang kalem dan penuh perhatian, Syekh Baba menerangkan, "Wahai Jendral, itu namanya dua Kalimah Syahadat. Tamu Anda malam tadi, menuntun Anda oleh Jendral, bahwa Anda kini memeluk Agama Islam !".

Sang Jendral langsung pingsan. Lama. Sampai 3 hari tiga malam. Melihat kondisi oleh jendral yang jatuh kelenger, Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i menyuruh buat memberi warta ini kepada anggota famili sang jendral. Kemudian oleh pihak keluarga, oleh jendral yang sedang kelenger ini segera diboyong ke rumah untuk diistirahatkan di pembaringannya.

Setelah semua anggota famili sang jendral yang sudah dikabari insiden ini berkumpul, Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i yang ikut mengantar ke kediaman oleh jendral, kemudian berusaha mengungkapkan buat menenangkan perasaan mereka.

"Janganlah kalian khawatirkan keadaan beliau. Tidak akan terjadi apa-apa dalam diri oleh jendral ini. Insya Allah, beliau tetap sehat wal afiat. Beliau ini cuma kecapekan sajadanquot;. Hibur sang Syekh Baba (pura-pura tidak memahami jikalau oleh jendral baru ketamuan Nabi Khidir Alaihis Salam).

Makam Syekh Baba (sebelum dibangun)

Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i melanjutkan, "Tadi itu, sang jendral menemui aku pada tempat tinggal . Terus saya tanya, ada apa? Lalu jendral menyebutkan, jikalau beliau menurut malam tadi sedang mencari-cari seseorang tamu yang mendatangi beliau saat tengah malam tersebut. Kata jendral, tamunya itu tiba-tiba menghilang, jadi beliau sibuk mencari kesana-kemari, hingga lalu mampir ke tempat tinggal aku buat menanyakan apakah saya melihat tamu yg sedang beliau cari itu. Mungkin beliau menduga, tamu yang sedang dicarinya terdapat di rumah saya. Dan aku jawab bahwa semenjak tersebut malam saya nir ada tamu. Eh, lha kok beliau malah kelenger ....".

Mendengar penerangan panjang lebar berdasarkan Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i, tokoh yang memang sangat dihormati dan dikagumi semua masyarakat luas itu, semua anggota keluarga oleh jendral -penguasa daerah ini, akhirnya sanggup memaklumi dan hati mereka pun menjadi hening. Memang sang jendral ini orangnya sangat baik, halus budi pekertinya, dan sayang, dan adil pada mengurus keadaan tempat tinggal tangga beliau yg besar ini.

Maka tak heran, seluruh anggota famili besar dia jua sangat sayang dan mengkhawatirkan kondisi sang jendral, kok tiba-tiba jatuh pingsan. Tambah lagi, pingsannya kok usang sekali, nggak bangun-bangun. Padahal berdasarkan kemarin nampak sehat-sehat saja, tidak terdapat keluhan apa pun.

Begitulah, selang 3 hari lalu, sang Jendral terbangun menurut pingsannya, & ternyata benar, bahwa kondisi dia sehat wal afiat tak kurang suatu apa, masuk akal misalnya sedia kala. Walaupun sudah kelenger selama 3 hari tiga malam, tetapi justru nampak segar bugar ketika terbangun.

Dan waktu mendapati bahwa dirinya rupanya berada pada tempat pembaringannya, pada rumah dia sendiri, lalu sang jendral bertanya, "Lho, kok aku terdapat disini? Tadi kan saya sedang berbincang menghadap sama Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i pada tempat tinggal dia? Kenapa kini saya terdapat sini?"

Kemudian diceritakanlah peristiwa yang menimpa oleh jendral selama 3 hari tiga malam ini. Setelah mendengar penjelasan ini, oleh jendral eksklusif berangkat ke rumah Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i. Begitulah, sesampainya sang jendral pada kediaman Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i, beliau ternyata sudah ditunggu kedatangannya oleh oleh tuan tempat tinggal , Syekh Baba Ma-madd Sanfoo-i sendiri yang menyambut kedatangan beliau.

Maka oleh jendral kemudian menceritakan bahwasanya oleh jendral selama tidurnya yg 3 hari 3 malam ini, dia ditemui kembali oleh oleh tamu tidak diundang yang menggunakan jubah hitamnya tadi. Yang mana oleh tamu tadi menuntun bacaan Al Qur'an 30 Juz, berikut terjemahannya, berikut jua Asbabun Nuzulnya sekalian.

Oleh: KH. Nur Hamim Adlan

Sumber: Channel Youtube

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah Nabi Khidir Menemui Adipati Kerajaan Majapahit"