Biografi Lengkap KH. Nur Hamim Adlan Ponorogo

KH. Nur Hamim Adlan bisa hayati di desa yang penuh angkara murka . Beliau ibarat ikan bahari, biarpun hayati pada air asin tapi tidak ikut asin. Di masa kecil rumahnya acapkali dijadikan ajang perjudian oleh lingkungannya. Namun beliau bisa merintis madrasah bergedung & berkelas dalam lepas 9 Mei 1991 M/24 Syawal 1411 H. Padahal sebelumnya pada lingkungan beliau paling lama empat tahun umumnya anak didik sudah habis.

Riwayat Hidup dan Silsilah Kiai Hamim

KH. Nur Hamim Adlan lahir pada Ponorogo pada lepas 21 April 1957 M. Ayahnya bernama Kromo Kisman dan ibunya bernama Kasmirah. Ayahnya lahir di Klepu Desa Purworejo Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Berdarah pendiri pondok pesantren yg beberapa santrinya merupakan famili keraton Solo. Tapi kini telah homogen menggunakan tanah, orang biasa menyebutnya dengan dukuh Mejid. Nenek moyangnya termasuk pejuang Nglorok & sudah bertitel Haji. Dari pihak mak masih berdarah wali, Mbah Djonasi, yg makamnya terkenal keramat.

Kiai Hamim Menjadi Santri Kelana

KH. Nur Hamim Adlan saat mudanya ngaji pada Mu?Allimin Durisawo tiap pagi. Sedangkan tiap sorenya ngaji di PP. MMH Mayak Ponorogo. Semasa mudanya dijuluki ?Robot? Lantaran kekarnya, dipukul orang pun nir pernah terasa. Pernah suatu saat orang sepuluh dijunjung (dipanggul) selama 3 jam waktu panjat pinang. Dan Kiai Hamim nir memegang pohon pinangnya sama sekali. Sejak itulah masyarakat Kelurahan Purbosuman Ponorogo mulai simpati & hormat padanya. Dan rakyat sekitar mulai memanggilnya dengan sebutan Kiai, apalagi selesainya berdirinya Pondok Pesantren Nahrul Ulum.

Sekitar tahun 1983 sewaktu Kiai Hamim Adlan bin Kisman masih mondok di Pesantren Tebuireng nampak keistimewaan dalam dirinya. Disaksikan sahabat sebangku kuliahnya di Fakultas Syari?Ah Universitas Hasyim Asy?Ari Tebuireng Jombang, bernama Lamro. Pada suatu malam Lamro wiridan pada dekat makam Hadhratus Syaikh Hasyim Asy?Ari. Tiba-tiba beliau terkantuk lalu mendadak bangun karena mendengar suara dengan jelas di dalam kubur Mbah Hasyim Asy?Ari. Suara itu jelas suaranya KH. Nur Hamim Adlan dan bunyi Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy?Ari. Sepertinya Mbah Hasyim Asy?Ari sedang memberi wejangan & pengajaran pada KH. Nur Hamim Adlan.

Kemudian Lamro menemui Kiai Hamim temannya, lalu mengatakan, ?Mim, kamu tidak terdapat keuntungannya pada Tebuireng. Demi Allah bukan maksudku mengusirmu, akan tetapi berdasarkan perasaan saya bagi engkau ilmu pada Tebuireng ini sudah habis. Insya Allah nir terdapat santri Tebuireng yg sehebat kamu. Pulanglah! Akan saya tunggu & saya saksikan kehebatan tadi.?

Dan Pak Lamro yang nama lengkapnya Drs. H. Lamro Ashari, sejak tahun 1979 hingga sekarang belum pergi. Sudah berpegawai negeri & membantu mengajar sekaligus Tim Keamanan inti SMA Wahid Hasyim Tebuireng Jombang dan keliru satu pengurus Yayasan Hasyim Asy?Ari. Kini kediamannya di Desa Seblak, sebelah barat Tebuireng.

Pada bulan Rajab  tahun 1998 M, pernah KH. Nur Hamim Adlan dipanggil almarhum Gus Kholiq agar datang ke Pondok Pesantren Tebuireng. Setelah sampai di sana Kiai Hamim kebingungan di mana makam KH. Abdul Kholiq Hasyim (Gus Kholiq).

Lalu ia bertemu menggunakan sahabat lamanya yg bernama Drs. Zainal Arifin yang sehari-hari bertugas sebagai Pengurus Perpustakaan Pesantren Tebuireng. Kiai Hamim menyampaikan pada Bpk. Zainal Arifin, ?Kang saya kok ditimbali Gus Kholiq, tuduhno sarehane!?

Jawab Bpk. Zainal, ?Lho Kang, sampeyan kok ditimbali Gus Kholiq, opo arep diparingi ilmu kejadukan?? Memang konon kabarnya, pembantunya Gus Kholiq bila memijat badan beliau memakai tongkat besi dan ditumbuk-tumbukkan. Gus Kholiq beratnya mendekati dua kuintal.

Lalu Kiai Hamim mengatakan, ?Menengo, sing krusial saiki tuduhno maqome Gus Kholiq.?

Akhirnya Kiai Hamim diantar ke makam Gus Kholiq. Di situ Kiai Hamim diberi amanat sang Gus Kholiq berupa Surat An-Nashr 1000 kali dan supaya diamalkan setiap seminggu sekali di Tebuireng dekat makam KH. Hasyim Asy?Ari. Pada saat Gus Kholiq memanggil itu, Jawa Timur sedang digoncang dengan info Ninja (1 Oktober 1998). Dengan rajin Kiai Hamim seminggu sekali datang ke Tebuireng membaca amalan tadi. Baru sehabis Gus Dur sebagai Presiden, Gus Kholiq memberi isyarat agar amalan itu tidak boleh.

Sejak 1980 Kiai Hamim telah mengajar menjadi mubaligh pada Tuwawo Kenjeran Surabaya & Kepala SD Budiyakin II Rangkah Tegalrejo Surabaya. Tahun 1985-1993 dia mengajar diPonpes Hudatul Muna Jenes Ponorogo, Ponpes Darul Huda Mayak Ponorogo, MTs Al-Rasyid Ponpes Hidayatul Mubtadi?In Klego Mrican Ponorogo dan Mu?Allimat Ma?Arif Ponorogo.

Kiai Hamim (bersurban) beserta Gus Dur

Kiai Hamim Menjadi Mursyid Thariqah

Pada tahun 2003 Kiai Hamim yang adalah Mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah dari KH. Imam Muhadi Bagbogo Tanjung Anom Nganjuk menjabat menjadi Mudir Am Syu?Biyah JATMAN Ponorogo, Ketua Syuriyah MWC NU Ponorogo, Ketua Umum MUI Ponorogo.

Guru-Guru Kiai Hamim

Diantara pengajar-pengajar Kiai Hamim merupakan KH. Adlan Ali Cukir Jombang, KH. Syamsuri Badawi Tebuireng Jombang, KH. Asror Ridwan Kaliwungu Kendal, KH. Abdul Hamid Pasuruan, KH. Dahnan Trenggalek, KH. Mahrus Ali Lirboyo Kediri, KH. Abdul Majid Blega Madura, KH. Hasyim Sholeh Mayak Ponorogo dan KH. Imam Muhadi Bagbogo Nganjuk.

Kiai Hamim Mendirikan Pesantren

Tanggal 24 Syawal 1411 H/ 9 Mei 1991 M adalah tanggal resmi Kiai Hamim mendirikan Pondok Pesantren Nahrul Ulum Purbosuman Ponorogo. Hingga sekarang Ponpes Nahrul Ulum memiliki lima unit pendidikan; Tarbiyatul Mu?Allimin Subulus Salam yg mengedepankan buku-buku salafiyah, Madrasah Diniyah Al-Anwar, TPQ Al-Anwar, TK Muslimat Sumber Sari dan MI Al-Ihsan.

Sumber: jatman.Or.Id

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Biografi Lengkap KH. Nur Hamim Adlan Ponorogo"